RADARSOLO.COM – Program Rumah Siap Kerja Bersama (RSKB) yang dijalankan Unit Layanan Disabilitas (ULD) Ketenagakerjaan Kota Surakarta mulai menunjukkan hasil. Program tersebut berhasil mengantarkan dua penyandang disabilitas tuli memasuki dunia kerja sekaligus membuka akses kerja yang lebih inklusif di Kota Solo.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Surakarta Pramutedy Sukoco mengatakan, RSKB tidak hanya berfokus pada pelatihan, tetapi juga menjembatani penyandang disabilitas dengan kebutuhan dunia usaha. Dua peserta yang berhasil ditempatkan kerja yakni Raka Nurmujahid Ammrullah dan Deni Ariyadi Kurniawan.
Keduanya kini bekerja sebagai part timer store crew di Indomaret setelah menandatangani perjanjian kerja dengan PT Indomarco Prismatama pada 19 Agustus 2026.
Baca Juga: Bawa Boneka Orangutan, Busana Dayak Wawali Solo saat Pawai Jadi Pesan Keras soal Karhutla Kalimantan
“Prosesnya tidak selalu langsung berhasil. Raka dan Deni sudah beberapa kali mengikuti seleksi sebelum akhirnya mendapatkan kesempatan bekerja di Indomaret. Yang penting adalah terus melakukan pendampingan, mengevaluasi kesiapan, dan mencarikan peluang yang sesuai,” ujar Tedy, Jumat (21/8).
Penempatan tersebut merupakan hasil pendampingan berjenjang yang dilakukan ULD Ketenagakerjaan. Prosesnya dimulai dari pemetaan potensi dan kompetensi, pelatihan, pencarian lowongan, job matching, hingga pendampingan selama proses seleksi.
Raka sebelumnya mengikuti pelatihan upskilling sebagai operator komputer. Sementara Deni mendapat pelatihan bidang perhotelan melalui ULD Ketenagakerjaan dalam program RSKB.
Baca Juga: Bukan Sekadar Gaya, Kostum “Londo Putih” Wali Kota Solo Ternyata Busana Demang Era Hindia Belanda
Keduanya kemudian memperoleh kesempatan mengikuti proses rekrutmen setelah terlibat dalam Disability Hour 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian Solo Career Expo 2026.
Keberhasilan Raka dan Deni menunjukkan bahwa pemberdayaan penyandang disabilitas tidak cukup berhenti pada pemberian pelatihan. Kompetensi yang diperoleh perlu dihubungkan dengan kebutuhan industri hingga berujung pada kesempatan kerja nyata.
ULD Ketenagakerjaan juga memastikan pendampingan tidak berhenti setelah peserta diterima bekerja. Raka dan Deni akan tetap mendapat pendampingan selama masa adaptasi di lingkungan kerja.
“Kami juga akan berkomunikasi dengan perusahaan apabila terdapat kendala yang membutuhkan penanganan bersama,” terang Tedy.
Pemkot Surakarta berharap keberhasilan RSKB dapat diperluas sehingga semakin banyak penyandang disabilitas memperoleh pekerjaan sesuai potensi dan kompetensinya.
Kolaborasi pemerintah, dunia usaha, lembaga pelatihan, dan pencari kerja dinilai menjadi kunci membangun ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif.
Wali Kota Surakarta Respati Ardi menegaskan, penyandang disabilitas memiliki kemampuan untuk berkembang dan berkontribusi ketika mendapat kesempatan serta dukungan yang tepat.
“Yang dibutuhkan adalah kesempatan. Ketika mereka diberikan ruang dan dukungan yang tepat, penyandang disabilitas juga mampu bekerja, berkembang, dan memberikan kontribusi bagi perusahaan,” tandas Respati.
Menurut dia, keterlibatan dunia usaha menjadi bagian penting untuk memastikan penyandang disabilitas tidak hanya mendapatkan akses pelatihan, tetapi juga ruang untuk mengoptimalkan potensi dan kompetensinya di dunia kerja. (ves)
Editor : Kabun Triyatno