Viral Video Euforia Sejumlah Mahasiswa di Pendopo Ageng ISI Surakarta, Kampus Minta Maaf

Antonius Christian • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:14 WIB
Tangkapan layar video euforia sejumlah mahasiswa yang dinilai berlebihan di Pendopo ISI Surakarta. Pihak kampus telah mengklarifikasi mahasiswa bersangkutan. (ISTIMEWA)
Tangkapan layar video euforia sejumlah mahasiswa yang dinilai berlebihan di Pendopo ISI Surakarta. Pihak kampus telah mengklarifikasi mahasiswa bersangkutan. (ISTIMEWA)

RADARSOLO.COM - Video joget-joget sejumlah mahasiswa saat penutupan Expo UKM Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta di Pendopo Ageng ISI Surakarta viral di media sosial.

Dalam video tersebut, tampak sejumlah mahasiswa melakukan moshing yang dinilai kurang pantas.

Gamelan di Pendopo Ageng ISI Surakarta juga tak luput dari euforia itu.

Aksi tersebut menuai sorotan netizen lantaran dilakukan di Pendopo Ageng ISI Surakarta yang selama ini lekat dengan nilai-nilai tradisi dan kebudayaan Jawa.

Baca Juga: Peralihan Status PPPK Guru Paruh Waktu Otomatis Tanpa Ulang Tes, Cek Syarat dan Ketentuannya

Kepala Bagian Akademik, Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama (BAKK) ISI Surakarta Esha Karwinarno, membenarkan kejadian tersebut. 

Video viral itu terjadi saat acara penutupan Expo UKM, Jumat (21/8/2026) malam.

"Itu acara anak-anak closing, joget-joget karena musik. Mungkin ada yang merekam hal-hal yang bukan performing-nya, malah hal-hal sampingannya," kata Esha, Sabtu (22/8).

Menurutnya, Expo UKM merupakan agenda resmi kampus untuk memperkenalkan berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) kepada mahasiswa baru.

Dalam agenda tersebut, setiap UKM diberikan kesempatan menampilkan kegiatan masing-masing, mulai dari seni tari, musik, kerohanian, hingga kegiatan mahasiswa lainnya.

Baca Juga: SPPG Siswodipuran 2 Disuspend, Layanan MBG 2.426 Murid dan Posyandu Dialihkan ke 14 SPPG Lain

Sebelum sesi penutupan, sejumlah kesenian tradisi juga ditampilkan di Pendopo Ageng.

Namun, setelah rangkaian pertunjukan selesai, suasana berubah menjadi lebih bebas.

Sejumlah mahasiswa kemudian naik ke area panggung dan berjoget mengikuti musik.

Esha menegaskan, aksi tersebut tidak berkaitan dengan kegiatan mabuk-mabukan maupun pengaruh minuman keras.

Menurutnya, mahasiswa hanya mengekspresikan kegembiraan setelah seluruh rangkaian acara selesai.

"Tidak ada pengaruh miras dan lain sebagainya. Itu murni anak-anak bersukaria, happy-happy setelah acara selesai," ujarnya.

Baca Juga: Cegah Jual Beli Suara, PCNU Solo Raya Usul Surat Ahwa Diserahkan Menjelang Tabulasi Muktamar NU

Meski demikian, pihak kampus mengakui lokasi kegiatan menjadi persoalan tersendiri.

Pendopo Ageng ISI Surakarta, kata Esha, memiliki peruntukan yang erat dengan kegiatan formal serta sajian seni dan budaya tradisi.

"Pendopo itu memang tempat untuk sajian yang sesuai peruntukannya, misalnya tari dan karawitan. Konsep pendopo sendiri kan Jawa, sehingga yang paling tepat sajian di situ adalah tradisi dan budaya Jawa," jelasnya.

Kampus pun menyampaikan permintaan maaf kepada pihak-pihak yang merasa terusik dengan aksi tersebut.

Terlebih, dalam video yang beredar terdapat sejumlah gerakan yang dinilai tidak senonoh. 

"Kami selaku penyelenggara meminta maaf kepada semua pihak yang merasa terusik dengan unsur tradisi yang agak terganggu dengan visual itu," ungkap Esha.

Pihak kampus juga telah melakukan klarifikasi terhadap mahasiswa yang terlibat.

Mahasiswa bersangkutan disebut telah memberikan penjelasan dan klarifikasi melalui kanal organisasi kemahasiswaan.

Terkait kemungkinan sanksi, Esha mengatakan kampus masih melakukan koordinasi.

Hingga kini belum ada keputusan mengenai pemberian sanksi kepada mahasiswa yang terlibat.

Baca Juga: Kelas 8E SMPN 6 Boyolali Lolos dari Dugaan Keracunan MBG: Hanya Makan Buah Kelengkeng

"Mahasiswa sudah kita klarifikasi. Mereka juga sudah memberikan statement di kanal-kanal mereka. Kalau sampai sanksi, kita belum membahas soal itu," katanya.

Viralnya video tersebut sekaligus menjadi evaluasi bagi pihak kampus.

ISI Surakarta berencana memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai nilai-nilai kebudayaan, terutama ketika menggunakan ruang yang memiliki nilai historis dan kultural.

Menurut Esha, mahasiswa ISI Surakarta berasal dari berbagai latar belakang keilmuan.

Tidak semuanya memiliki pemahaman yang sama mengenai nilai dan tata penggunaan ruang budaya.

"Kami merasa perlu memberikan pengetahuan kepada mahasiswa tentang nilai-nilai dan budaya. Nanti akan kami tambahkan materi-materi yang memahami soal kebudayaan," ujarnya.

Ke depan, pengawasan terhadap kegiatan mahasiswa di Pendopo Ageng juga akan diperketat.

Kampus menilai kejadian tersebut terjadi secara spontan pada menit-menit terakhir acara dan tidak tercantum dalam rundown kegiatan.

"Kami sebenarnya sudah punya standarisasi. Tetapi karena momennya hanya beberapa menit di akhir, itu agak kecolongan. Ke depan akan lebih selektif lagi," pungkasnya. (atn)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com
pendopo ageng isi surakarta euforia mahasiswa joget-joget penutupan Expo UKM ISI Surakarta tradisi dan kebudayaan jawa