Mengenal Suwanti, Lurah Purwosari Solo yang Dekat Warga hingga Gagas Paket Wisata Kelurahan

Silvester Kurniawan • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 18:55 WIB
Suwanti, Lurah Purwosari, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta. (ISTIMEWA)
Suwanti, Lurah Purwosari, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta. (ISTIMEWA)

RADARSOLO.COM- Sebagai seorang ASN yang baru kali pertama menjabat sebagai kepala kelurahan (lurah), Suwanti tampil mengayomi dan dikenal dekat dengan warga.

Kedekatan tanpa jarak itulah yang memicu perempuan kelahiran 14 Desember 1981 ini bercita-cita menghadirkan paket wisata kelurahan yang terintegrasi di Kelurahan Purwosari, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta.

Sebelum bertugas di Kota Solo, perempuan asli Grobogan ini telah lebih dulu mengabdikan diri di Kabupaten Muaro Jambi selama satu dekade sejak 2005.

Baca Juga: Cetak 12 Gol di Grup E, SD Islam Diponegoro B Jadi Tumpuan Utama di Fase Gugur Futsal Radar Solo

Mengawali karier sebagai staf di UPTD Pendidikan, ia dipromosikan menjadi Kepala Seksi Pelayanan Umum dan Kesejahteraan Sosial, hingga dipercaya menjabat sebagai Sekretaris Kecamatan.

Pada 2015, Suwanti mengajukan mutasi ke Pemkot Solo dan memulai kembali pengabdiannya.

Karier kepemimpinannya di Pemkot Solo mulai naik saat dipromosikan menjadi Kepala Subbagian Tata Usaha dan Keuangan di Kecamatan Laweyan pada 2017.

Jabatan tersebut berlanjut menjadi Kasubbag Administrasi, Kepegawaian, dan Organisasi pada 2020, hingga akhirnya pada 15 Juli 2024, Suwanti resmi dilantik sebagai Lurah Purwosari.

“Ini pertama kali saya menjadi lurah di Purwosari,” kata Suwanti.

Memimpin wilayah perkotaan diakuinya memiliki tantangan tersendiri dibanding pengalaman tugas sebelumnya.

Baca Juga: Sempat Bikin Waswas Orang Tua, Dugaan Murid Keracunan MBG di SDN 4 Sragen Tidak Terbukti

“Karakter persoalan di wilayah perkotaan jauh lebih kompleks dibandingkan pengalaman saat saya bertugas di Muaro Jambi," katanya.

"Di kota, seorang lurah dituntut mengetahui berbagai persoalan yang muncul di wilayahnya. Interaksi yang intensif dengan masyarakat menjadi salah satu kunci untuk memahami kebutuhan warga,” imbuh Suwanti.

Secara demografis, Kelurahan Purwosari membentang seluas 8,4 kilometer persegi dengan jumlah penduduk mencapai 10.324 jiwa, menjadikannya salah satu kelurahan terbesar di Kecamatan Laweyan.

Rancang Konsep Paket Wisata Bentor Terintegrasi

Selain memiliki kepadatan penduduk yang tinggi, Purwosari menyimpan kekayaan potensi sejarah, budaya, pendidikan, akomodasi, hingga kuliner seperti Mbah Mangun dan Mbah Wirjo.

Baca Juga: Potret Langka Veda Ega Pratama Berguru Langsung ke Marc Marquez, Mengaspal Bareng Juara Dunia MotoGP

Lokasi strategis ini turut ditopang cagar budaya dan destinasi ikonis seperti Museum Batik Walang Kekek (Waldjinah), Omah Lowo, Makam Yosoroto, Rel Bengkong, serta Stasiun Purwosari.

Melihat besarnya modal tersebut, Suwanti mencetuskan gagasan untuk mengemasnya ke dalam paket wisata Purwosari dengan melibatkan armada becak motor (bentor).

Melalui konsep ini, wisatawan bakal diajak melintasi rute bersejarah mulai dari Omah Lowo, Museum Batik Walangkekek, dan Makam Yosoroto, sebelum mengakhiri perjalanan di sentra oleh-oleh serta galeri UMKM Purwosari.

Baca Juga: Masuk Desil 10 Sejajar dengan 9 Naga Bukan Berarti Orang Kaya, Apa Maksud BPS? Daerah Banjir Protes

“Konsep ini juga dapat dikembangkan secara terintegrasi dengan kelurahan-kelurahan lain di Kecamatan Laweyan. Dengan demikian, paket wisata tidak hanya berhenti di Purwosari, tetapi dapat menjadi pintu masuk untuk mengenalkan berbagai potensi wisata di kawasan Laweyan,” ungkap Suwanti.

Di samping sektor pariwisata, Suwanti juga terus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis ramah lingkungan, seperti pengembangan budidaya maggot, pengelolaan biodigester, serta optimalisasi bank sampah di tingkat warga. (ves)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com
SUWANTI lurah purwosari paket wisata kelurahan pemkot solo pengabdian