RADARSOLO.COM - Sebanyak 81 buruh gendong Pasar Gede dan Tukang Becak turut merayakan HUT Kemerdekaan RI yang ke- 81 di Pendapa Balai Kota Solo, Minggu (23/8).
Kegiatan yang diselenggarakan Perhimpunan Perempuan Semesta Indonesia (PERISAI), Wanita Tani HKTI Jawa Tengah, serta P2LIPI dan PPIR ini dikemas dalam Festival Pitoelasan Lukis Caping Merdeka.
Acara tersebut mendapat apresiasi dari Wali Kota Solo Respati Ardi.
Menurut Respati, Pemkot Solo sangat mendukung segala kegiatan yang berkaitan dengan festival seni budaya.
Terlebih, menurutnya kegiatan tersebut dapat memupuk nilai-nilai Pancasila dan jasa para pahlawan.
Baca Juga: Ratusan Pelajar Bentangkan Bendera Merah Putih Sepanjang 100 Meter di Solo CFD
"Acara purnawirawan dan poro senior ini untuk mengapresiasi buruh gendong dan becak di Kota Solo. Karena biar bagaimanapun kita butuh dukungan dan doa restu para senior kita," ujarnya.
Sementara itu, perwakilan panitia Amy S Kadiono menyampaikan, pihaknya sengaja menggandeng buruh gendong dan tukang becak sebagai simbol kebersamaan rakyat sesuai dengan sila kelima Pancasila.
"Kami memilih media caping untuk dilukis sebagai simbol masyarakat kecil, terkhusus petani. Di samping itu, kita ingin mengingatkan bahwa pemerintahan harus mempunyai unsur adil dan makmur sesuai dengan lambang Pancasila dala burung garuda," ungkap Amy.
Menurutnya, kepedulian terhadap sesama menjadi penting untuk terus diupayakan. Buruh gendong dan tukang becak diharapkan dapat lebih diperhatikan kesejahteraannya.
Selain melukis caping, para peserta juga disediakan hadiah menarik untuk memeriahkan semangat kemerdekaan.
Salah seorang peserta asal Bumi, Laweyan, Widodo mengaku sangat senang mengikuti kegiatan. Pria 78 tahun tersebut telah menjalani pekerjaannya sebagai sopir becak selama lebih dari empat dekade.
Baginya, kemerdekaan merupakan semangat para pejuang yang perlu dilestarikan. "Kita hanyalah penerus dari para pahlawan yang sudah berjuang merebut bumi pertiwi hingga meraih kata merdeka," ungkap Widodo.
Meski penghasilannya sebagai sopir becak tak menentu, namun semangat juang Widodo terus terpancar. Ia berharap, generasi muda mau untuk terus mengingat nilai-nilai pancasila sebagai dasar negara. (alf/fer)
Editor : fery ardi susantoSumber : Radar Solo