RADARSOLO.COM – Tradisi menjelang Grebeg Maulud kembali digelar Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta GKR Wandansari Koes Moertiyah memimpin prosesi jamasan dua pusaka meriam, Nyai Setomi dan Kyai Brawijaya, di Siti Inggil Lor, Senin (24/8).
Prosesi tersebut diikuti para pengageng, sentana dalem, dan abdi dalem Keraton Surakarta. Jamasan menjadi salah satu rangkaian tradisi yang dilakukan menjelang pelaksanaan Grebeg Maulud.
GKR Wandansari mengatakan jamasan kedua pusaka dilakukan dua hari sebelum Grebeg Maulud. Meski prosesi serupa sebelumnya telah dilakukan, jamasan kembali digelar sebagai bagian dari kewajiban tradisi Keraton Surakarta.
Baca Juga: Bawa Pisau di Area RRI Solo, Pemuda asal Lampung Diamankan
“Jamasan Nyai Setomi dan Kyai Brawijaya itu dua hari sebelum Bakdo. Walaupun kemarin sudah dilakukan, kami mengulangi untuk nyaoske yang dari Keraton Surakarta sebagai kewajiban,” kata perempuan yang akrab disapa Gusti Moeng tersebut.
Menariknya, jamasan kali ini tidak dilakukan dengan cara yang lazim dikenal masyarakat, yakni menggunakan air bunga. Kedua meriam pusaka tersebut cukup dilap, dikeringkan, kemudian diberi minyak sebagai bagian dari perawatan.
Baca Juga: Pasca Insiden Dugaan Keracunan Menu MBG, Seluruh Siswa SMPN 6 Boyolali Kembali Masuk Sekolah
“Ini tadi ngelapi saja tanpa air bunga. Kita keringkan dan kasih minyak,” jelasnya.
Nyai Setomi dan Kyai Brawijaya merupakan dua pusaka berbentuk meriam yang berada di lingkungan Keraton Surakarta. Keduanya menjadi bagian dari pusaka yang dirawat dan dihormati dalam rangkaian tradisi peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Prosesi jamasan tersebut menjadi penanda bahwa rangkaian menuju Grebeg Maulud semakin dekat. Setelah jamasan, Keraton Surakarta akan menggelar Grebeg Maulud pada Rabu (26/8/2026).
Baca Juga: Dongkrak Ekonomi Warga Sekitar Hutan, Pemkab Wonogiri dan Perhutani Kembangkan Kopi dan Nilam
Grebeg Maulud merupakan salah satu tradisi penting Keraton Surakarta dalam memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Prosesi tersebut sekaligus menjadi puncak rangkaian peringatan Maulid Nabi yang digelar Keraton.
“Ini sudah selesai, tinggal tanggal 26 kita mengadakan Grebeg Maulud. Ini rangkaian memperingati hari lahir Nabi Muhammad SAW dengan grebeg nanti,” papar Gusti Moeng. (ves)
Editor : Kabun Triyatno