Harga Daging Sapi di Solo Melambung, Pemkot Kesulitan Intervensi Pasar

Silvester Kurniawan • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:41 WIB
Ilustrasi pedagang daging di pasar tradisional. (RADAR SOLO PHOTO)
Ilustrasi pedagang daging di pasar tradisional. (RADAR SOLO PHOTO)

RADARSOLO.COM- Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berdampak langsung pada komoditas pangan.

Salah satunya memicu lonjakan harga daging sapi di pasar tradisional Kota Solo dalam sepekan terakhir.

Berdasarkan hasil inspeksi mendadak (sidak) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Surakarta di Pasar Legi, Rabu (26/8/2026), harga daging sapi meroket hingga menyentuh Rp160 ribu per kilogram (Kg).

Baca Juga: Panahan Solo Bidik Juara Umum Popda Jateng, Target 10 Emas Mulai Diburu

“Daging sapi itu sudah sampai Rp160 ribu/kg dan sudah berlangsung satu pekan ini," jelas Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Surakarta sekaligus Sekretaris TPID Tulus Widajat

"Kenaikannya cukup banyak karena periode sebelumnya itu di Rp 135-140 ribu/kg, terbilang tinggi karena di atas harga toleransi kami,” lanjutnya.

Kenaikan drastis ini dipicu oleh mahalnya harga sapi hidup di tingkat peternak yang mayoritas membudidayakan bibit atau bakalan sapi impor, sehingga ongkos produksi terkerek fluktuasi kurs mata uang asing.

Mengingat faktor pemicu berkaitan dengan makroekonomi nasional dan nilai tukar rupiah, pemerintah daerah mengaku menghadapi keterbatasan dalam melakukan intervensi langsung terhadap harga daging sapi impor.

“Harga jual sapinya itu sudah mahal, jadi daging ecerannya pasti juga ikut naik," kata Tulus. 

"Untuk intervensi daging sapi seperti ini, pemerintah daerah cukup kesulitan karena berhubungan dengan nilai tukar rupiah. Yang bisa dilakukan ya memastikan bapokting (bahan pokok dan barang penting, Red) lainnya terjangkau dan tersedia,” imbuh dia.

Baca Juga: Janji Kompensasi Tak Ditepati, Warga Kedungrejo Nguntoronadi Wonogiri Minta Tower BTS Direlokasi

Guna menekan gejolak harga lebih jauh, Pemkot Solo mengkaji opsi pasokan sapi hidup dari wilayah sentra lokal yang sedang mengalami surplus pasokan.

“Upaya yang bisa dilakukan, khusus untuk daging sapi mungkin kita bisa datangkan sapi-sapi dari daerah penghasil sapi yang sedang surplus," terang Tulis. 

"Bapokting lainnya juga seperti itu, terlebih Pedaringan juga sudah menjalin kerjasama dengan berbagai daerah untuk berbagi komoditas bahan pokok seperti cabai dan lainnya,” urainya.

Tulus memastikan komoditas lain seperti telur ayam, bawang merah, dan bawang putih justru mengalami penurunan harga, sementara cabai rawit mengalami kenaikan harga wajar.

Baca Juga: Klubnya Terdegrasi ke Liga 4, Ini Yang Buat Persis Solo Kepincut Rekrut Yohanes Baghi

Sementara itu, lonjakan harga daging sapi ini telah berdampak pada para pelaku bisnis kuliner olahan daging.

Florentina Wahyu, pengusaha katering asal Solo mengeluhkan lonjakan yang dirasa cukup memberatkan pengeluaran produksi.

“Daging sapi naik sudah semingguan ini ya. Lumayan banyak naiknya, kan biasanya Rp 130 ribu sudah dapat sekilo,” ungkapnya. (ves)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com
harga daging sapi di solo intervensi pasar pemkot solo dolar rupiah melemah