Pedestrian Nonongan-Coyudan Dibongkar, Penataan Rp 11 Miliar Dikebut

Silvester Kurniawan • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 17:06 WIB
Drainase kawasan Nonongan mulai dibongkar untuk ditata. (Arief Budiman/Radar Solo)
Drainase kawasan Nonongan mulai dibongkar untuk ditata. (Arief Budiman/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Wajah Koridor Nonongan mulai berubah. Pedestrian di sisi barat Jalan Yos Sudarso, dari Simpang Nonongan hingga Simpang Coyudan, dibongkar sebagai tahap awal proyek penataan kawasan yang digarap Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta.

Pantauan Jawa Pos Radar Solo, Selasa (1/9/2026), pekerjaan yang dimulai sejak awal Agustus tersebut mulai terlihat progresnya. Area pedestrian sisi barat jalan telah dibongkar untuk pengerjaan drainase dan utilitas.

Namun, aktivitas konstruksi belum bisa dilakukan leluasa pada siang hari. Pekerjaan masih dikebut pada malam hari setelah aktivitas pertokoan berakhir. Skema tersebut dipilih untuk meminimalkan gangguan terhadap pelaku usaha di sepanjang koridor.

Baca Juga: KUHAP Baru Wajibkan Pemeriksaan Tersangka Direkam CCTV

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Solo Nur Basuki mengatakan pekerjaan masih berada pada tahap awal. Progres drainase baru mencapai sekitar 23 persen dari total pekerjaan.

“On progress, ini masih tahap awal karena kalau drainasenya saja baru 23 persen dari keseluruhan pekerjaan. Ini masih tahap awal, persentasenya masih belum signifikan, tetapi sudah sesuai jadwal pelaksanaan pekerjaan,” ujarnya.

Baca Juga: Bansos Tahap 3 Apakah Lanjut Cair Bulan September 2026? Cek PKH dan BPNT dengan NIK KTP

Setelah pedestrian, drainase, dan utilitas di sisi barat rampung, pekerjaan akan bergeser ke sisi timur Jalan Yos Sudarso. Metode pengerjaan tetap dilakukan dengan pola serupa.

Tahap berikutnya menjadi salah satu perubahan paling mencolok. Pemkot akan membongkar pembatas jalan atau jalur hijau yang berada di tengah Jl Yos Sudarso.

Sejumlah pohon dan jaringan utilitas yang berada di area tersebut akan dipindahkan. Sistem perkabelan juga akan diubah dengan konsep kabel tanam sehingga jaringan di atas jalan tidak lagi terlihat semrawut.

Baca Juga: Kalender September 2026, Adakah Tanggal Merah Libur Nasional dan Cuti Bersama?

Nur memastikan pola kerja malam hari masih memungkinkan proyek dikebut sesuai jadwal. Pemkot menargetkan seluruh penataan rampung pada Desember 2026.

“Pelaksanaannya tetap di malam hari dulu. Dengan metode pekerjaan seperti itu kami hitung masih akan tepat waktu. Target selesainya kan di Desember 2026,” terangnya.

Proyek Penataan Koridor Nonongan-Simpang Coyudan tersebut menelan anggaran lebih dari Rp 11 miliar dari APBD 2026. Selain memperbaiki infrastruktur, proyek diarahkan untuk mengubah kawasan tersebut menjadi lebih ramah bagi pejalan kaki.

Meski pedestrian nantinya diperlebar, akses kendaraan bermotor tetap dipertahankan dua arah. Pemkot juga berupaya agar penataan tidak mematikan aktivitas perdagangan yang selama ini menjadi denyut kawasan Nonongan-Coyudan.

“Setelah drainase dan utilitasnya selesai, kita selesaikan perbaikan pedestriannya. Setelah itu baru bongkar yang di area tengah. Kalau sudah sampai tahap itu bisa dimaksimalkan di siang hari juga. Jadi target akhirnya tetap selesai di Desember 2026,” papar Nur.

Di tengah pembangunan, dampak terhadap aktivitas warga mulai terasa. Kawasan pertokoan yang selama ini ramai dikunjungi menjadi sedikit kurang nyaman akibat pekerjaan fisik.

Silviana Dwi dan Angelir Kristina, pelanggan sejumlah toko di kawasan Nonongan-Coyudan, mengakui kondisi tersebut. Namun, keduanya berharap pembangunan segera tuntas dan hasil akhirnya benar-benar membuat kawasan lebih nyaman.

“Sebetulnya ya agak kurang nyaman. Semoga saja jadinya nanti memang lebih baik dari sebelumnya. Dan semoga tidak molor pekerjaannya,” ujar mereka.

Pemkot kini berpacu dengan waktu. Di satu sisi, wajah baru koridor tengah disiapkan. Di sisi lain, aktivitas perdagangan harus tetap berjalan hingga proyek senilai belasan miliar rupiah tersebut benar-benar rampung. (ves)

Editor : Kabun Triyatno
Koridor Nonongan utilitas drainase Coyudan pedestrian