RADARSOLO.COM - Kecelakaan beruntun terjadi di Jalan Sumpah Pemuda, Kelurahan Mojosongo, Jebres, Rabu (2/9) pagi.
Melibatkan satu unit truk crane dan enam sepeda motor.
Informasi yang dihimpun di lokasi, sedikitnya tujuh orang dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Beruntung, tidak ada korban meninggal dunia dalam kejadian tersebut.
Dugaan sementara, kecelakaan terjadi setelah truk crane mengalami masalah pada sistem pengereman alias rem blong.
Baca Juga: NPC Indonesia Matangkan Persiapan ke Jepang, 60 Atlet dan Ofisial Disiapkan untuk Defile
Kendaraan berat tersebut melaju dari arah Utara ke Selatan di ruas jalan yang kondisinya menurun.
Pada saat bersamaan, arus kendaraan di depan cukup padat karena bertepatan dengan jam berangkat kerja dan sekolah.
Truk crane yang melaju dari arah belakang diduga gagal melakukan pengereman hingga kemudian menabrak kendaraan yang berada di depannya.
Benturan terjadi beruntun dan menyeret sejumlah sepeda motor.
Sejumlah sepeda motor bahkan sampai bertumpuk di badan jalan.
Kondisi tersebut membuat proses evakuasi korban berlangsung cukup sulit. Warga bersama petugas harus membantu mengeluarkan korban yang berada di antara kendaraan.
Tak hanya menyebabkan korban luka, kecelakaan ini juga berdampak besar terhadap arus lalu lintas.
Posisi truk crane yang melintang memenuhi hampir separuh badan jalan membuat kendaraan dari kedua arah tidak bisa melintas dengan normal.
Padahal, Jalan Sumpah Pemuda merupakan salah satu jalur yang cukup banyak dilalui kendaraan berat.
Baca Juga: Daftar Motor Paling Irit BBM di Indonesia, Ada yang Tembus 62 Km per Liter
Ruas tersebut menjadi jalur perlintasan truk dari arah Mojosongo menuju kawasan ringroad.
Kemacetan pun dengan cepat mengular. Kepadatan kendaraan terpantau hingga Simpang Empat Kelurahan Mojosongo dan Simpang Empat Ringroad.
Pengendara yang hendak melintas harus memperlambat laju kendaraan bahkan sempat berhenti cukup lama.
Dari pantauan radarsolo.jawapos.com di lokasi, proses evakuasi truk crane membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam.
Petugas harus memastikan kendaraan berat tersebut dapat dipindahkan dari badan jalan sebelum lalu lintas kembali normal.
Situasi di lokasi semakin padat lantaran kecelakaan terjadi pada pagi hari ketika mobilitas masyarakat sedang tinggi.
Kendaraan roda dua, mobil pribadi hingga kendaraan berat yang hendak menuju kawasan ringroad harus mencari celah untuk melewati lokasi kecelakaan.
Salah seorang warga yang tinggal tak jauh dari lokasi kejadian, Eki, mengatakan kecelakaan terjadi sekitar pukul 07.00.
Saat itu, suasana jalan cukup ramai karena banyak warga mulai berangkat bekerja dan anak-anak menuju sekolah. (atn)
Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com