RADARSOLO.COM – Biasanya digunakan untuk menghadapi kerumunan massa, kendaraan taktis water cannon Polresta Solo punya tugas berbeda, Rabu (2/9/2026). Di tengah teriknya matahari yang membuat suhu Kota Solo terasa menyengat, kendaraan tersebut dikerahkan untuk menyiram sejumlah ruas jalan protokol.
Semburan air diarahkan ke badan jalan secara bertahap. Selain memberikan efek sejuk, penyiraman ditujukan untuk mengurangi debu yang beterbangan akibat kondisi jalan yang kering.
Langkah tak biasa itu dilakukan sebagai respons terhadap cuaca panas yang dirasakan masyarakat dalam beberapa hari terakhir. Ruas jalan yang disiram merupakan jalur dengan aktivitas kendaraan dan masyarakat cukup padat.
Baca Juga: Cegah Bahaya Karhutla, BTNGMb Tutup Sementara Jalur Pendakian Thekelan Gunung Merbabu
Kapolresta Solo Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo melalui Kasi Humas Polresta Solo AKP Lingga Ramadhani mengatakan pengerahan water cannon merupakan bentuk pelayanan sekaligus kepedulian kepolisian terhadap masyarakat.
“Cuaca yang cukup panas dirasakan masyarakat di wilayah Kota Solo. Untuk memberikan kesegaran dan kenyamanan, kami menerjunkan kendaraan water cannon untuk melakukan penyiraman di sejumlah jalan protokol,” kata Lingga.
Menurut dia, penyiraman tidak hanya bertujuan menurunkan rasa panas di sekitar jalan. Kondisi jalan yang lebih basah diharapkan juga mampu mengurangi debu sehingga masyarakat yang melintas maupun beraktivitas di sekitar ruas tersebut merasa lebih nyaman.
Baca Juga: Judol Bikin 2.790 KPM Solo Dicoret dari Bansos, Desil Tak Otomatis Berubah
“Ini merupakan bentuk pelayanan Polresta Surakarta kepada masyarakat. Kami berharap dengan adanya penyiraman ini, kondisi jalan menjadi lebih nyaman, debu juga bisa berkurang sehingga masyarakat yang beraktivitas maupun melintas merasa lebih nyaman,” ujarnya.
Meski menggunakan kendaraan taktis, proses penyiraman tetap dilakukan dengan memperhatikan kondisi lalu lintas. Petugas mengatur arus kendaraan agar penyiraman tidak mengganggu mobilitas maupun membahayakan pengguna jalan.
Di tengah cuaca yang terik, polisi juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kondisi tubuh. Warga yang beraktivitas di luar ruangan diminta mencukupi kebutuhan cairan dan mengurangi paparan langsung sinar matahari jika tidak diperlukan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan, memperbanyak minum air putih dan mengurangi aktivitas di bawah terik matahari apabila tidak diperlukan. Yang paling penting tetap berhati-hati dan menjaga keselamatan saat berkendara,” jelas Lingga.
Polresta Surakarta memastikan pemantauan kondisi di lapangan terus dilakukan. Langkah lanjutan akan disesuaikan dengan situasi dan dampak cuaca panas terhadap aktivitas masyarakat.
“Penyiraman ini kami lakukan sebagai respons terhadap kondisi di lapangan. Kami akan terus melihat perkembangan situasi dan melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya.
Fenomena panas yang dirasakan warga Solo belakangan ini oleh sebagian masyarakat disebut sebagai “El Nino Gozilla”. Namun, istilah tersebut bukan nomenklatur resmi untuk suatu fenomena cuaca.
Penggunaan water cannon untuk menyiram jalan pun menjadi pemandangan tak biasa di Kota Solo. Kendaraan yang identik dengan penanganan massa itu kini justru menyemburkan air untuk menghadirkan kesejukan di tengah teriknya matahari. (atn)
Editor : Kabun Triyatno