Kebakaran TPA Putri Cempo Meluas, 6 Hektare Terbakar dan Butuh Sepekan untuk Padam

Silvester Kurniawan • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 18:15 WIB
Kebakaran TPA Putri Cempo semakin meluas ke area Blok C. (Arief Budiman/Radar Solo)
Kebakaran TPA Putri Cempo semakin meluas ke area Blok C. (Arief Budiman/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Upaya pemadaman kebakaran sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo terus dilakukan sejak Rabu (2/9/2026) petang. Namun, kobaran api justru meluas. Hembusan angin kencang menjadi salah satu kendala utama petugas dalam mengendalikan api.

Pasang surut penanganan kebakaran menjadi pemandangan yang berulang di TPA Putri Cempo. Api yang berhasil dikendalikan pada Kamis (3/9) dini hari kembali menyala pada pagi harinya. Setelah kembali dipadamkan, kobaran api muncul lagi di sejumlah titik.

Kondisi tersebut membuat luasan area terbakar terus bertambah. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Solo Herwin Tri Nugroho mengatakan, api kini telah merambah Blok B, C, dan D.

Baca Juga: Ironis, Siswa di Sambungmacan Sragen Dilarang Orang Tuanya Sekolah

"Perkembangan saat ini Blok B-C-D sudah kena. Blok B dan D sudah bisa dikendalikan, tinggal Blok C ini karena memang sulit dijangkau," kata Herwin, Kamis (3/9) sore.

Dari total 17 hektare area TPA Putri Cempo, sekitar 6 hektare di antaranya terkonfirmasi terbakar. Hingga Kamis sore, dampak lingkungan yang terpantau masih berupa asap yang bergerak mengikuti arah angin.

Meski begitu, pemerintah mulai mengantisipasi kemungkinan terburuk. Sejumlah sarana dan prasarana telah disiapkan dan dikomunikasikan jika kondisi mengharuskan warga di sekitar lokasi untuk dievakuasi.

Baca Juga: Tembus 6,69 Juta Ton hingga Agustus, Gubernur Luthfi Optimistis Target Produksi Padi Jateng Tercapai

"BPBD sudah komunikasi dengan BPBD dan Pak Wali sudah komunikasi dengan berbagai pihak agar area yang sulit dijangkau bisa ditangani," ujar Herwin.

Kebakaran TPA Putri Cempo juga mendapat perhatian Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Terlebih, kondisi kemarau panjang meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di sejumlah TPA di Indonesia.

Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLH Noer Adi Wardojo mengatakan, kementerian memang tengah memantau kondisi TPA di berbagai daerah selama musim kemarau.

Begitu mendapat laporan mengenai kebakaran TPA Putri Cempo, Noer yang saat itu berada di Yogyakarta langsung menyempatkan diri datang ke Solo untuk melihat kondisi di lapangan.

"KLH memang sudah mencanangkan untuk memantau semua TPA di seluruh Indonesia saat kemarau ini karena potensi kebakaran itu ada. Kalau terjadi kebakaran ya sudah, kita tangani yang terbaik," katanya.

Menurut Noer, saat ini kebakaran TPA Putri Cempo berada dalam tahap pengendalian. Seluruh area yang terbakar telah teridentifikasi dan langkah penanganan telah dikerahkan.

Karena itu, KLH menyerahkan penanganan kebakaran kepada Pemerintah Kota Solo sembari terus memantau perkembangannya.

"Dari laporan yang ada, butuh sepekan untuk memadamkan. Tapi kami tetap lihat dinamikanya dan terus melaporkan perkembangannya. Prioritas mengurangi risiko pada masyarakat dan petugas yang mengendalikan api," bebernya. (ves)

Editor : Kabun Triyatno
tpa putri cempo kobaran api evakuasi kebakaran