Tak Lagi Bergantung Bansos, 627 KPM Solo Pilih Mandiri dan Beri Kesempatan Warga Lain

Silvester Kurniawan • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 18:24 WIB
Wali Kota Solo Respati Ardi dan Wawali Astrid Widayani berikan bantuan kepada warga. (Humas Pemkot Solo)
Wali Kota Solo Respati Ardi dan Wawali Astrid Widayani berikan bantuan kaki palsu kepada warga. (Humas Pemkot Solo)

RADARSOLO.COM – Sebanyak 627 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kota Solo resmi graduasi. Mereka dinilai sudah memiliki kemampuan ekonomi yang cukup sehingga tidak lagi bergantung pada bantuan sosial (bansos) pemerintah.

Graduasi KPM PKH tersebut ditegaskan dalam kegiatan yang digelar di Pendhapi Gede Balai Kota Solo, Kamis (3/9) siang. Bagi Pemkot Solo, graduasi bukan sekadar berakhirnya status penerima bantuan. Lebih dari itu, keputusan tersebut menjadi tanda bahwa keluarga penerima manfaat telah mampu berdiri dengan kaki sendiri.

Baca Juga: Kebakaran TPA Putri Cempo Meluas, 6 Hektare Terbakar dan Butuh Sepekan untuk Padam

Wali Kota Solo Respati Ardi mengatakan, keputusan untuk graduasi bukan perkara mudah. Dibutuhkan kebesaran hati dari para KPM untuk melepas bantuan yang selama ini diterima sekaligus memberikan kesempatan kepada warga lain yang kondisinya lebih membutuhkan.

"Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada masyarakat yang sudah mau graduasi dan mau memberikan bantuan ini kepada yang lebih membutuhkan," kata Respati.

Menurutnya, pengentasan kemiskinan menjadi salah satu pekerjaan utama Pemerintah Kota Solo. Berbagai intervensi terus dilakukan, mulai dari sekolah rakyat hingga membuka akses usaha bagi masyarakat melalui lapak dan kios di pasar daerah.

Baca Juga: Ironis, Siswa di Sambungmacan Sragen Dilarang Orang Tuanya Sekolah

Karena itu, graduasi 627 KPM tersebut tidak berhenti pada seremoni. Pemkot Solo juga menyiapkan dukungan agar kemandirian ekonomi para eks penerima bansos dapat terus terjaga.

"Jika pengentasan kemiskinan ini berhasil, pasti ekonomi kita lebih maju ke depannya," ujarnya.

Dengan graduasi 627 KPM tersebut, Pemkot Solo masih memiliki pekerjaan rumah. Sedikitnya 500 KPM lainnya ditargetkan menyusul graduasi.

Baca Juga: Dapur SPPG Siswodipuran 2 Masih Di-Suspend, Satgas MBG Boyolali Tunggu Hasil Uji Lab BGN

Mereka akan terus didorong agar memiliki kemampuan ekonomi yang lebih baik sehingga tidak lagi bergantung pada bansos. Salah satu dukungan diberikan kepada KPM yang telah memiliki usaha.

Pemkot Solo menyiapkan akses untuk berjualan di kios-kios pasar daerah. Bahkan, para eks penerima bansos tersebut mendapat fasilitas bebas retribusi selama enam bulan.

"Kalau yang punya usaha berjualan nanti difasilitasi oleh Pemerintah Kota untuk menempati kios-kios di pasar dan ada enam bulan fasilitas untuk tidak dipungut retribusi," kata Kepala Dinas Sosial Kota Solo Samsu Tri Wahyudin.

Selain mengapresiasi 627 KPM yang graduasi, Pemkot Solo juga menyerahkan sejumlah bantuan sosial dalam kegiatan tersebut.

Bantuan itu antara lain alat bantu disabilitas berupa empat unit kaki palsu untuk tiga penerima dan kursi roda bagi empat warga. Bantuan juga diberikan kepada 21 Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) serta satu janda perintis kemerdekaan.

Sementara itu, para KPM yang graduasi mendapatkan suvenir berupa perangkat kompor gas untuk mendukung kegiatan ekonomi produktif.

"Harapannya dengan graduasi ini bisa meningkatkan kemampuan diri untuk menyejahterakan keluarganya," kata Samsu.

Salah satu KPM yang graduasi, Sarwenda, mengaku sadar melepas kesempatan menerima bantuan PKH. Ibu tunggal asal Bibis Luhur tersebut bersyukur pernah mendapatkan bantuan PKH sejak 2016.

Kini, ketika kondisi ekonominya mulai membaik dan usahanya mampu mencukupi kebutuhan keluarga, Sarwenda memilih memberi kesempatan kepada warga lain untuk menerima bantuan tersebut.

"Kan di PKH ada jangka waktunya. Dengan hati yang rendah, kan bisa yang lain mendapatkan, giliran yang lain. Alhamdulillah usaha saat ini sudah bisa memenuhi kebutuhan keluarga," ungkapnya. (ves)

Editor : Kabun Triyatno
ekonomi bantuan graduasi pkh usaha