RADARSOLO.COM – Medan sulit dijangkau membuat upaya pemadaman kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Mojosongo, Jebres, Solo, mendapat bantuan dari udara. Satu unit helikopter dari Polda Jawa Tengah dikerahkan untuk melakukan water bombing di area yang tak mudah dijangkau petugas.
Kebakaran yang pertama kali muncul pada Rabu (2/9) itu hingga Jumat (4/9) masih dalam penanganan. Helikopter dikerahkan untuk membantu pemadaman, khususnya di sisi timur TPA Putri Cempo yang sulit dijangkau armada dan personel melalui jalur darat.
Baca Juga: Operasional SPPG di Klaten Dihentikan Usai 64 Siswa Diduga Keracunan MBG, Bahan Ikan Kemasan Disorot
Kepala BPBD Kota Solo Ari Dwi Daryatmo mengatakan pemadaman melibatkan berbagai unsur, mulai dari Damkar dan BPBD se-Solo Raya, TNI-Polri, DLH, hingga relawan.
"Semua pihak ikut membantu, ada dari Damkar, BPBD se-Solo Raya, TNI-Polri, dan untuk hari ini bantuan water bombing juga dilakukan dari Polda Jateng," kata Ari, Jumat (4/9/2026).
Pemadaman dari udara mulai dilakukan sekitar pukul 10.15 WIB. Helikopter tersebut menyasar area terbakar di sisi timur TPA. Dalam sekali pengangkutan, helikopter mampu membawa sekitar 300 liter air untuk dijatuhkan ke titik api.
Baca Juga: Cek Rekening! Bansos PKH dan BPNT Triwulan III 2026 Mulai Disalurkan, Ini Tanda Sudah Cair
Selain water bombing, pemadaman secara manual menggunakan armada darat juga terus dilakukan. Upaya tersebut akan berlangsung hingga seluruh area kebakaran dinyatakan aman.
Sejak Rabu (2/9) hingga Jumat (4/9), luas area yang terbakar mencapai sekitar 6 hektare, meliputi Blok B, C, dan D TPA Putri Cempo.
Lebih dari 150 personel gabungan dikerahkan dalam penanganan kebakaran. Mereka berasal dari Damkar, BPBD, DLH, TNI-Polri, serta relawan.
Baca Juga: Tragis! Orangutan Sempurna Mati Usai Terpapar Asap Karhutla di Ketapang
Wali Kota Solo Respati Ardi mengatakan status tanggap darurat bencana telah ditetapkan sejak Kamis (3/9). Penggunaan helikopter menjadi salah satu upaya untuk mengatasi kendala medan yang menyulitkan proses pemadaman dari darat.
"Mulai tanggal 3 September 2026, kita tetapkan status tanggap darurat bencana. Jumat ini kita gunakan water bombing dari Polda Jateng. Ini terkendala jaraknya yang sulit dijangkau (pemadaman manual, Red), jadi pakai water bombing," tegas Respati.
Pemadaman akan terus dilakukan secara terpadu hingga titik-titik api berhasil dikendalikan dan kawasan TPA Putri Cempo dipastikan aman. (ves)
Editor : Kabun Triyatno