Antisipasi Dampak Asap TPA Putri Cempo, Dokter Spesialis Paru Hingga Jiwa Diterjunkan ke Permukiman Warga

Antonius Christian • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 13:55 WIB
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi memantau pelayanan kesehatan pemeriksaan warga yang terdampak kebakaran TPA Putri Cempo, Mojosongo, Jebres, Solo, Sabtu (5/9/2026). (ANTONIUS CHRISTIAN/RADAR SOLO)
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi memantau pelayanan kesehatan pemeriksaan warga yang terdampak kebakaran TPA Putri Cempo, Mojosongo, Jebres, Solo, Sabtu (5/9/2026). (ANTONIUS CHRISTIAN/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM- Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Mojosongo, Jebres, Solo memasuki hari ketiga, Sabtu (5/9/2026).

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi turun langsung ke lokasi untuk mengecek penanganan pemadaman sekaligus memastikan jaminan keselamatan bagi masyarakat di sekitar TPA.

Dalam peninjauan tersebut, Luthfi didampingi oleh Wali Kota Solo Respati Ardianto, beserta jajaran instansi terkait.

Baca Juga: Link Live Streaming Moto3 Junior Valencia 2026: Nonton Kiandra Ramadhipa Kejar Gelar Juara

Luthfi meminta seluruh unsur bekerja secara terpadu agar titik api segera padam total dan kejadian serupa tidak terulang.

"Hari ini kita melakukan cek, ricek, final cek terkait dengan penanganan kebakaran Putri Cempo. Ini sudah hari ketiga. Yang menjadi prioritas kita jangan sampai ini terulang kembali," tegas Luthfi.

Gubernur memaparkan bahwa Pemprov Jateng dan Pemkot Solo telah menggelar rapat singkat untuk merumuskan formulasi pemadaman sekaligus evaluasi menyeluruh.

Di samping pemadaman teknis, penanganan dampak kesehatan warga menjadi prioritas utama.

Kementerian Lingkungan Hidup telah menguji kandungan dan kualitas udara guna memetakan tingkat paparan asap.

"Kedua, diutamakan terkait dengan keselamatan warga. Dari Kementerian Lingkungan Hidup sudah dilakukan pengecekan terkait kandungan udara dan sebagainya. Kami tidak ingin implikasi daripada kebakaran ini berdampak kepada masyarakat di sekitarnya," paparnya.

Pengajuan Helikopter Super Puma dan Modifikasi Cuaca

Baca Juga: Tinjau Kebakaran di TPA Putri Cempo Solo, Gubernur Ahmad Luthfi Minta Keselamatan Warga Diprioritaskan

Untuk mendukung pemadaman udara (water bombing), Polda Jateng sebelumnya telah menyiagakan helikopter.

Namun, karena kapasitas angkut air terbatas pada kisaran 300 liter, Pemprov Jateng mengajukan alokasi armada tambahan berkapasitas besar melalui Lanud Adi Soemarmo ke Mabes TNI.

"Kemarin saya ucapkan terima kasih, Polda telah memberikan helikopter. Tapi maksimalnya hanya 300 liter. Saya sudah bersurat lewat Danlanud kepada Mabes TNI untuk dikirim lagi nanti 2.000 liter untuk mem-backup ini," jelas Luthfi.

Hingga Sabtu pagi, beberapa titik di dalam tumpukan sampah dilaporkan masih menyemburkan bara dan asap tebal. Faktor kekeringan turut mempertinggi risiko perambatan api.

Baca Juga: Rekap Pemain Baru Persib Bandung di Super League 2026/2027: Aroma Timnas Kian Terasa, Satu Nama Dilepas ke PSS

"Makanya ini harus tuntas. Semakin cepat semakin bagus. Ini tidak bisa berlarut," pangkas Luthfi.

Sementara itu, Wali Kota Solo Respati Ardia  mengungkapkan, Pemkot tengah mengupayakan skema modifikasi cuaca berdasarkan arahan dari BNPB.

"Tadi kami dapat saran dari BNPB untuk mengajukan permohonan ke BMKG untuk modifikasi cuaca. Ada penambahan kapasitas helikopter Super Puma untuk mengangkut 2.000 liter air," kata Respati Ardianto.

Respati menambahkan bahwa tambahan armada dan personel BKO terus digeser ke area TPA Putri Cempo untuk mempercepat proses pendinginan lahan.

Pemeriksaan Kesehatan Spesialis bagi Warga Terdampak

Sektor kesehatan warga sekitar TPA Putri Cempo diintervensi langsung oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dengan menerjunkan tim dokter spesialis secara bergiliran.

Perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Muhammad Natsir menyampaikan bahwa penanganan tahap awal menyasar warga di wilayah RW 39.

Baca Juga: Jisoo BLACKPINK Comeback dengan CLICK, Ceritakan Hubungan yang Tak Bisa Dijelaskan

"Karena dampak dari kebakaran dan asap, kita menerjunkan dokter spesialis paru, spesialis mata, dan spesialis THT. Untuk jumlah pastinya masih dalam proses," terang Muhammad Natsir.

Selain dokter spesialis fisik, pihak dinas juga menyiapkan dokter spesialis jiwa untuk memberikan pendampingan psikologis bagi warga terdampak.

"Besok yang bertugas ada spesialis jiwa. Harapannya karena ada dampak psikologis dari kebakaran ini, kita bisa mengantisipasi," ujarnya. (atn)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com
kesehatan warga tpa putri cempo kebakaran Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dokter spesialis