RADARSOLO.COM – Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN) menegaskan sikap netral dalam menyikapi polemik di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Kehadiran MAKN dalam Jumenengan SISKS PB XIV Mangkubumi pada Sabtu (5/9) siang bukan bentuk legitimasi atas pihak tertentu.
Penegasan itu terlihat dari agenda MAKN yang pada malam harinya bersilaturahmi dengan pihak SISKS PB XIV Purbaya. Kunjungan tersebut sekaligus menunjukkan hubungan MAKN dengan keluarga Keraton Kasunanan Surakarta telah terjalin sejak era SISKS PB XIII Hangabehi.
Sebelumnya, kehadiran sejumlah raja dan perwakilan kerajaan Nusantara yang berhimpun dalam MAKN pada prosesi Jumenengan SISKS PB XIV Mangkubumi ramai dikaitkan dengan bentuk pengakuan terhadap raja yang bertahta. Namun, MAKN memastikan kehadiran mereka semata-mata untuk memenuhi undangan dan menjaga tali silaturahmi.
Baca Juga: Paku Buwono XIV Hangabehi Jalani Prosesi Adat, Diiringi Kembalinya Gamelan Kyai Arum dan Udan Asih
“Kami dari MAKN hanya menginginkan satu, dengan silaturahmi semuanya menjadi rekat. Persatuan dan kesatuan itu adanya di budaya, kami trah pewaris ini adanya di budaya, hanya dengan budaya kita bisa bersatu,” ujar Sekjen MAKN Raden Ayu Yani Wage Sulistyowati Kuswodijoyo seusai pertemuan dengan pihak SISKS PB XIV Purboyo, Sabtu malam.
Yani menjelaskan, MAKN merupakan wadah persatuan kerajaan-kerajaan di Nusantara. Karena itu, pihaknya berupaya menjaga hubungan baik dengan seluruh pihak, termasuk keluarga Keraton Kasunanan Surakarta.
Baca Juga: 5 Hari TPA Putri Cempo Belum Padam, Pertimbangkan Modifikasi Cuaca
“Kita melihat adalah Kasunananya. Tadi siang kami menghadiri undangan (jumenengan PB XIV Mangkubumi, Red) dan di sini (pertemuan dengan PB XIV Purboyo, Red) kami silaturahim. MAKN itu adalah persatuan kerajaan-kerajaan yang ada di Nusantara. Kami sudah lama tidak bertemu dan semua ini keluarga, makanya kami ini selalu mengedepankan silaturahim,” bebernya.
Kehadiran MAKN di Jumenengan PB XIV Mangkubumi juga berkaitan dengan posisi Ketua Umum MAKN KPH Eddy Wirabhumi yang merupakan suami GKR Wandansari Koes Murtiyah. Undangan tersebut menjadi salah satu alasan MAKN menghadiri prosesi jumenengan sekaligus melanjutkan agenda silaturahmi dengan pihak PB XIV Purboyo pada malam harinya.
Baca Juga: Kekeringan Parah, Warga Mriyan Boyolali Terpaksa Jual Sapi untuk Beli Air Bersih
Kunjungan MAKN tersebut dibenarkan GKR Panembahan Timoer Rumbai Kusuma Dewayani. Menurutnya, hubungan baik dengan MAKN telah terjalin sejak masa pemerintahan SISKS PB XIII Hangabehi.
Karena itu, pihaknya menerima kunjungan tersebut secara terbuka. Pertemuan bahkan diterima langsung oleh SISKS PB XIV Purbaya.
“MAKN kemari untuk menjalin silaturahmi karena sejak zaman bapak, Sinuhun PB XIII juga kenal baik jadi banyak yang kita bicarakan. Misalnya kelanjutan dan nasib kerajaan-kerajaan di Nusantara termasuk MoU yang kita buat di Komisi Yudisial kemarin. Kami ingin ini menjadi percontohan dan menjadi percontohan di kerajaan Nusantara,” terang Timoer.
Terkait pelaksanaan Jumenengan SISKS PB XIV Mangkubumi yang digelar Sabtu siang, Timoer memilih tidak banyak memberikan tanggapan. Dia berpandangan positif terhadap kegiatan tersebut dan menyebutnya sebagai bagian dari upaya nguri-uri kabudayan.
“Kemungkinan itu acara revitalisasi upacara adat untuk dokumentasi Kementerian Kebudayaan. Sesuai dengan SK yang didapat LDA kan merevitalisasi bangunan serta upacara-upacara adat. Kemungkinan seperti itu,” pungkas Timoer. (ves)
Editor : Kabun Triyatno