RADARSOLO.COM – Kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo kembali mendapat sorotan DPRD Kota Solo. Legislatif mendorong Pemkot Solo memanfaatkan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk membantu memenuhi kebutuhan warga yang terdampak kepulan asap.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Solo Y.F. Sukasno mengatakan, asap kebakaran mulai mengganggu aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah sekitar TPA Putri Cempo. Keluhan warga di antaranya mata pedih, sesak napas, hingga kesulitan beraktivitas akibat kepulan asap.
“Saya sudah mutar dan merasakan asap yang membuat mata pedih dan sesak napas,” kata Sukasno.
Baca Juga: Angin Kencang, Karhutla Di Weru Sukoharjo Merambat Ke Gunungkidul
Sejumlah wilayah yang terdampak antara lain RW 28 Kampung Pelangi, RW 38 Kampung Kepuh, RW 39 Jantirejo, dan RW 30 Randusari. Dampak asap juga dirasakan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Karanganyar, seperti Plesungan, Ketekan, dan Gondangrejo.
Menurut Sukasno, kondisi tersebut perlu segera direspons pemerintah. Penanganan tidak cukup hanya berfokus pada pemadaman api dan pengendalian asap, tetapi juga memastikan kebutuhan dasar masyarakat yang aktivitasnya terganggu tetap terpenuhi.
Dia meminta Pemkot Solo segera menyiapkan mekanisme penyaluran bantuan sembako bagi warga terdampak. Pengadaan bantuan tersebut, kata dia, dapat dilakukan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solo.
Baca Juga: Siswi Sekolah Rakyat Terintegrasi Sragen Meninggal usai Kejang, Pihak Sekolah Bungkam
“Pengadaan sembako bisa dilakukan BPBD dengan membuat Rencana Kebutuhan Belanja sembako, kemudian diajukan ke BPKAD,” ujarnya.
Sukasno menilai BTT dapat menjadi salah satu opsi untuk membiayai bantuan tersebut karena anggaran itu diperuntukkan bagi kondisi darurat dan mendesak.
Dia menyebut APBD Kota Solo 2026 mengalokasikan BTT sebesar Rp4,5 miliar. Menurutnya, masih terdapat ruang anggaran untuk membantu warga yang terdampak kebakaran TPA Putri Cempo.
“Jadi kalau untuk memberi bantuan sembako, masih sangat cukup,” jelasnya.
Sukasno juga meminta Pemkot Solo tidak hanya memperhatikan warga yang terdampak di wilayah administrasi Kota Solo. Masyarakat di wilayah Kabupaten Karanganyar yang turut terdampak asap juga perlu mendapat perhatian melalui koordinasi lintas daerah.
“Terkait warga terdampak di daerah Gondangrejo wilayah Kabupaten Karanganyar, Mas Wali harus koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Karanganyar,” katanya.
Dia berharap penanganan kebakaran TPA Putri Cempo tidak berhenti setelah api berhasil dipadamkan. Selama kepulan asap masih mengganggu aktivitas dan kesehatan warga, pemerintah dinilai perlu memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak tetap terpenuhi. (atn)
Editor : Kabun Triyatno