2.000 Santri Ponpes Budi Utomo Ikuti Salat Istisqa, Doakan Hujan yang Berkah Turun Merata di Indonesia

Antonius Christian • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 13:07 WIB
Salat Istisqa dilaksanakan di Pondok Pesantren Budi Utomo, Solo, Rabu (9/9/2026). (ISTIMEWA)
Salat Istisqa dilaksanakan di Pondok Pesantren Budi Utomo, Solo, Rabu (9/9/2026). (ISTIMEWA)

RADARSOLO.COM - Kemarau panjang yang memicu bencana kekeringan di sejumlah daerah memantik kepedulian Pondok Pesantren (Ponpes) Budi Utomo, Solo.

Sebanyak 2.000 santri beserta tenaga pendidik dan warga menggelar Salat Istisqa pada Rabu (9/9/2026) pagi guna memohon agar hujan segera diturunkan.

Salat Istisqa yang dilaksanakan dua rakaat tersebut merupakan ikhtiar spiritual bersama untuk memohon ampunan sekaligus bantuan rezeki berupa air.

Baca Juga: Suzuki Punya Motor Sport Retro Baru, Harga Rp 35 Jutaan Jadi Pesaing Yamaha XSR 155

Selain untuk memenuhi kebutuhan pasokan air harian, doa bersama ini ditujukan untuk memadamkan berbagai titik kebakaran yang dipicu kondisi kering, termasuk kebakaran hutan dan lahan serta musibah kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Putri Cempo, Mojosongo.

Pimpinan Ponpes Budi Utomo Thoyibun menjelaskan, salat Sunah Istisqa ini berangkat dari bentuk rasa kepedulian sosial pesantren terhadap masyarakat yang sudah lama mengalami krisis air akibat ketiadaan hujan.

"Ini kegiatan Ponpes Budi Utomo, dalam kepedulian karena sudah lama tidak hujan. Kita salat dua rakaat untuk meminta hujan," ujar Thoyibun, Rabu (9/9/2026).

Thoyibun menegaskan, Doa Permohonan Hujan tersebut tidak hanya ditujukan untuk wilayah Solo Raya semata, melainkan diharapkan berdampak bagi seluruh wilayah Republik Indonesia yang tengah terdampak musim kemarau.

"Tujuannya tidak hanya hujan di sekitar kita, tetapi juga untuk seluruh masyarakat di Indonesia. Untuk meredakan kebakaran di hutan-hutan, di Putri Cempo, dan banyak sumur yang mulai kering," paparnya.

Ia berharap presipitasi air hujan yang akan datang membawa manfaat keberkahan bagi lahan pertanian serta mengembalikan ketenteraman hidup warga.

Baca Juga: Rekap Pemain Baru Barito Putera di Liga 2: Lepas 19 Nama dan Datangkan Kembali Winger Liga Italia

"Harapannya seluruh masyarakat mendapat pertolongan. Tumbuh-tumbuhan bisa subur. Sehingga negeri kita betul-betul gemah ripah loh jinawi dan negara lebih tenteram," tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPD LDII Kota Solo Muhammad Zain mengapresiasi tinggi langkah Ponpes Budi Utomo dalam menginisiasi salat sunah berjemaah tersebut sebagai wujud dukungan keagamaan bagi para ulama dan pemerintah.

"Kami dari LDII Surakarta mengapresiasi adanya yang mengadakan salat Istisqa. Ini wujud membantu para ulama memohon hujan," kata Zain.

Zain menilai minimnya ketersediaan air bersih di sumur-sumur warga dan area penanganan bencana TPA Putri Cempo memerlukan dorongan doa secara kolektif.

Baca Juga: Kejutan Liga 2! Tiga Klub Grup Timur Dipastikan Bermarkas di Solo, PSBS Biak Ikut Pilih Stadion Sriwedari

Ia berharap hujan yang turun nantinya berkategori ramah lingkungan dan tidak menimbulkan bencana susulan.

"Termasuk kebakaran di Kota Solo terkait Putri Cempo. Dengan adanya kurangnya air di sumur-sumur, mudah-mudahan bisa segera teratasi dan bisa turun hujan. Kami berharap hujan yang barokah, bukan hujan yang membahayakan, tetapi bisa memberi rezeki kepada masyarakat sekitar," jelasnya.

Zain mengungkapkan, DPP LDII telah mengeluarkan imbauan ke seluruh tingkatan kepengurusan Pengurus Cabang (PC) hingga daerah di seluruh Indonesia untuk menyerukan pelaksanaan Salat Istisqa secara serentak.

"Kami mengimbau kepada PC LDII se-Solo, bahkan dari DPP LDII juga ada imbauan kepada LDII seluruh Indonesia mengadakan agenda salat Istisqa. Karena memang kondisi saat ini kemarau sangat panjang, sehingga perlu salat ini agar segera hujan," terang Zain.

Baca Juga: Jadwal Liga Champions Malam Ini: Barcelona Main, Liverpool vs Atletico Madrid dan Napoli vs Arsenal

Sembari memohon curahan air hujan, jemaah juga turut mendoakan pemulihan kondisi bagi masyarakat terdampak bencana di berbagai penjuru wilayah.

"Di satu sisi ada doa bersama ini, saudara-saudara kita yang terkena bencana bisa segera pulih dan berkegiatan normal," pangkasnya. (atn)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com
Ponpes Budi Utomo Solo doa bersama kekeringan salat istisqa hujan