RADARSOLO.COM – Tujuh rumah dinas, lahan parkir luas, hingga gedung PGRI yang mangkrak menjadi sorotan Komisi IV DPRD Kota Solo saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di SD Negeri Bororejo, Jagalan.
Sejumlah aset di lingkungan sekolah tersebut dinilai belum dimanfaatkan secara optimal. DPRD mendorong penataan dan revitalisasi agar fasilitas yang tersedia benar-benar mendukung kegiatan pendidikan sekaligus meningkatkan daya tarik sekolah.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Solo Sugeng Riyanto mengatakan, SDN Bororejo sebenarnya memiliki fasilitas yang cukup lengkap. Namun, kemanfaatan sejumlah aset tersebut belum maksimal.
Baca Juga: 515 Siswa Berebut Tiket Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026
”Kami ke SD Negeri Bororejo di daerah Jagalan. Di sini sebenarnya ada cukup banyak fasilitas yang dimiliki SD, tetapi kemanfaatannya masih belum optimum,” ujar Sugeng.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah tujuh rumah dinas yang berada di lingkungan sekolah. Menurut Sugeng, fasilitas tersebut semestinya dapat dioptimalkan untuk mendukung kegiatan pendidikan, termasuk kebutuhan guru maupun aktivitas sekolah.
Baca Juga: Habitat Terbakar, Monyet Ekor Panjang Turun Ke Permukiman Di Bulu Sukoharjo
Namun, dari hasil pemantauan, tidak seluruh rumah dinas saat ini dimanfaatkan untuk kebutuhan yang berkaitan langsung dengan SDN Bororejo.
DPRD juga menyoroti lahan parkir yang cukup luas. Area tersebut selama ini dimanfaatkan masyarakat. Menurut Sugeng, perlu ada penataan dan pola pengelolaan yang jelas agar aset tersebut dapat memberikan manfaat lebih besar bagi sekolah.
”Juga ada ruang parkir yang cukup luas, yang saat ini dimanfaatkan masyarakat. Kemudian ada gedung PGRI yang sudah mangkrak dan tidak dimanfaatkan lagi,” jelasnya.
Baca Juga: Sekap Penjaga, Gudang PT Woodfolio Hamiluhur di Boyolali Dibobol: Pelaku Sudah Beraksi di 9 TKP
Kondisi gedung PGRI yang tidak lagi digunakan turut menjadi catatan. DPRD menilai seluruh fasilitas tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi sarana penunjang sekolah.
Sugeng mengatakan, revitalisasi aset tidak hanya bertujuan memperbaiki kondisi fisik bangunan. Optimalisasi fasilitas juga dapat menjadi strategi untuk meningkatkan kualitas lingkungan sekolah sekaligus menarik minat masyarakat di tengah persaingan mendapatkan peserta didik.
”Ini semua kalau bisa direvitalisasi dan dioptimalkan untuk fasilitas SD Bororejo, saya kira akan jauh lebih menarik minat masyarakat untuk bisa menyekolahkan anak-anaknya di sini,” katanya.
Menurut dia, Pemkot Solo perlu menyiapkan pola pengelolaan aset yang jelas. Dengan demikian, fasilitas yang berada di lingkungan sekolah tidak sekadar menjadi bangunan atau lahan yang tersedia, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi kegiatan pendidikan.
Hasil sidak tersebut selanjutnya akan dibawa Komisi IV DPRD Kota Surakarta dalam rapat bersama Dinas Pendidikan Kota Surakarta. DPRD berharap pembahasan tersebut menghasilkan langkah konkret untuk menata sekaligus mengoptimalkan aset di lingkungan SDN Bororejo.
”Kita coba ingin ambil ini sebagai bahan untuk rapat dengan Dinas Pendidikan setelah ini,” pungkas Sugeng. (atn)
Editor : Kabun Triyatno