Gas Metana Masih Tersisa di Blok B, Pemadaman TPA Putri Cempo Dikebut

Antonius Christian • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 16:10 WIB
Pemadaman titik api di TPA Putri Cempo masih berlangsung. (Arief Budiman/Radar Solo)
Pemadaman titik api di TPA Putri Cempo masih berlangsung. (Arief Budiman/Radar Solo)

RADARSOLO.COM — Upaya pemadaman kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo Solo memasuki hari kesembilan. Dari total 5,5 hektare area yang terbakar, tim gabungan kini fokus menuntaskan pemadaman di 1,5 hektare area tersisa, terutama Blok B.

Kepala BPBD Kota Solo Ari Dwi Daryatmo menerangkan, dari 5,5 hektare area terbakar, sekitar 4 hektare telah berhasil dikendalikan hingga hari kedelapan.

“Luas area terbakar 5,5 hektare, hingga hari ke-8 tim sudah bisa mengamankan 4 hektare, sudah dikendalikan,” papar Ari, Kamis (10/9/2026).

Baca Juga: ARIB Datangi Rumah Jokowi di Solo, Sempat Adu Mulut dengan Relawan

Saat ini, proses pembasahan masih dilakukan dengan fokus di Blok B. Sebanyak delapan tim bergerak bersama seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan kebakaran.

Di Blok C, proses injeksi juga terus dilakukan karena masih ditemukan titik asap di sejumlah lokasi. Alat berat dan personel masih diterjunkan untuk membuka akses sekaligus mempercepat pemadaman di area yang belum sepenuhnya terkendali.

Baca Juga: Naik Gunung Lawu via Jalur di Karanganyar Tak Lagi Titip KTP, Kini Mulai Terapkan E-Ticket

“Fokus pemadaman darat dengan alat berat untuk membuka akses lereng timur di Blok B. Ini sudah mulai bisa dibuka. Kalau soal pengungsi sekarang sudah nihil, termasuk yang ada di Plesungan, Karanganyar. Kami sudah koordinasi dengan kades setempat,” beber Ari.

BPBD optimistis penanganan melalui jalur darat dapat semakin maksimal. Gas metana di Blok C dan D disebut sudah tidak terdeteksi, sehingga proses injeksi pada titik yang masih mengeluarkan asap dapat dilakukan lebih optimal.

Sementara itu, sisa gas metana masih ditemukan di Blok B berdasarkan pemantauan drone termal yang dilakukan sebelumnya.

Baca Juga: Kesulitan Tinggi, Ini Tantangan BMKG Bikin Hujan Buatan untuk Padamkan Kebakaran TPA Putri Cempo Solo

“Terkait gas metana di Blok C dan D sudah tidak ada, tinggal di Blok B. Kalau melihat progresnya, dengan membandingkan drone termal Rabu (9/9) hingga Kamis (10/9) ini, sejak Rabu malam kami memang fokus ke Blok B sisi barat. Jadi fokus penanganan bisa lebih maksimal,” jelasnya.

Terkait Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang direncanakan berlangsung 9–11 September, BPBD masih berkoordinasi dengan Lanud Adi Soemarmo dan BMKG.

OMC hanya dapat dilakukan apabila terdapat gugusan awan potensial yang memenuhi syarat untuk disemai. Jika kondisi tersebut terpenuhi, penyemaian dapat segera dilakukan untuk memicu hujan di sekitar wilayah target.

“Untuk OMC kami terus berkoordinasi karena keterangan dari Lanud juga menimbang kajian dari BMKG. Apabila titik awan sudah terkumpul bisa dilakukan. Kalau melihat jadwalnya ini sudah terjadwal karena diperkirakan tanggal 9–11, jadi bisa dilakukan tiga hari ataupun satu hari,” terang Ari.

Wali Kota Surakarta Respati Ardi berharap OMC dapat segera dilakukan untuk membantu penanganan kebakaran. Pemkot juga mulai menyiapkan penguatan mitigasi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di TPA Putri Cempo.

“Sistem pengamanan kita ubah, CCTV kita tambah, jadi mitigasi ke depan lebih siap, lebih kuat sehingga tidak akan terjadi hal serupa. Persoalan utama TPA Putri Cempo itu open dumping. Jadi kebijakan ke depan memang melarang open dumping, itu visi saya,” tegas Respati. (ves)

Editor : Kabun Triyatno
tpa putri cempo asap kebakaran modifikasi cuaca pemadaman