Jurnalis Solo Nyalakan Lilin Harapan, Doakan 5 Rekan yang Hilang

Silvester Kurniawan • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 17:36 WIB
Aksi solidaritas untuk mendoakan 5 jurnalis yang hilang saat meliput aktivitas Gunung Krakatau. (Arief Budiman/Radar Solo)
Aksi solidaritas untuk mendoakan 5 jurnalis yang hilang saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau. (Arief Budiman/Radar Solo)

RADARSOLO.COM — Keprihatinan atas hilangnya lima wartawan dan tiga awak kapal saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda mengalir dari Kota Solo. Puluhan jurnalis menggelar aksi solidaritas bertajuk Doa Bersama & Menyalakan Lilin Harapan di halaman Plaza Balai Kota Surakarta, Senin (14/9/2026) malam.

Aksi yang digelar komunitas pers dari PFI Solo, AJI Solo, dan PWI Surakarta itu menjadi bentuk dukungan moral bagi para jurnalis dan awak kapal yang hingga kini masih dalam pencarian. Para jurnalis juga mendoakan keselamatan keluarga korban serta tim SAR yang terus melakukan pencarian.

Baca Juga: Pertama Merantau, Pemuda asal Kepatihan Wetan Solo Hilang Bersama Virgo 8

Ketua PFI Solo sekaligus penggagas kegiatan Yoma Times Suryadi mengatakan, para jurnalis yang melakukan peliputan di kawasan Gunung Anak Krakatau telah mempertimbangkan aspek keselamatan sebelum menjalankan tugas.

“Para jurnalis yang melakukan peliputan telah mempertimbangkan aspek keselamatan sebelum berangkat,” kata Yoma.

Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa kerja jurnalistik di wilayah bencana memiliki risiko tinggi. Kendati demikian, tugas jurnalistik tetap diperlukan untuk memastikan masyarakat memperoleh informasi mengenai berbagai peristiwa.

Baca Juga: Purbaya Bongkar Alasan Dicopot dari Menkeu, Ada Apa Sebenarnya?

Ketua AJI Solo Ika Yuniati dan Ketua PWI Surakarta Sri Hartanto mengatakan, para jurnalis yang hilang diyakini telah mempersiapkan diri sebelum menjalankan tugas peliputan.

“Rekan-rekan ini tentu melakukan kerja jurnalistik dengan persiapan matang. Tujuannya jelas, pers menjadi mata dan telinga masyarakat dalam mengabarkan berbagai peristiwa baik di dalam maupun luar negeri,” ujar keduanya secara bergantian.

Dalam aksi tersebut, para jurnalis menyalakan lilin dan membentangkan sejumlah poster. Salah satunya bertuliskan, “Tidak Ada Berita Seharga Nyawa.”

Baca Juga: Bidik Etanol Masuk Industri Kosmetik Dan Farmasi, Profesor BRIN Terjun Ke Sukoharjo

Pesan itu menjadi penegasan bahwa keselamatan jurnalis harus tetap menjadi perhatian dalam setiap peliputan, terutama ketika bekerja di kawasan yang memiliki potensi bahaya.

Para jurnalis Solo juga berharap pemerintah terus mengoptimalkan pencarian terhadap delapan orang yang hilang hingga membuahkan kabar baik bagi keluarga.

“Mari kita satukan doa, menyalakan harapan, dan terus percaya bahwa mereka akan segera kembali pulang dengan selamat,” timpal Yoma. (ves)

Editor : Kabun Triyatno
wartawan gunung anak krakatau jurnalis hilang erupsi