Media Sosial Jadi Tantangan Mental Anak Muda

Silvester Kurniawan • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 18:01 WIB
Wawali Astrid Widayani bicara di Grow Within, Connect Beyond: Youth Empowerment through Mental Resilience & Interpersonal Communication di Tawangpraja, Selasa (15/9). (Humas Pemkot Solo)
Wawali Astrid Widayani bicara di Grow Within, Connect Beyond: Youth Empowerment through Mental Resilience & Interpersonal Communication di Tawangpraja, Selasa (15/9). (Humas Pemkot Solo)

RADARSOLO.COM – Tantangan anak muda tak lagi sebatas soal pendidikan dan pekerjaan. Arus teknologi dan media sosial ikut membentuk cara mereka berinteraksi, melihat lingkungan, bahkan memandang diri sendiri. Pemerintah Kota (Pemkot) Solo pun mendorong penguatan ketahanan mental generasi muda menghadapi tekanan di era digital.

Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani mengatakan kemampuan menjaga kesehatan mental perlu dibarengi dengan keterampilan berkomunikasi dan membangun relasi yang sehat. Menurutnya, kemampuan tersebut penting dimiliki anak muda sejak dini.

Baca Juga: Tenaga Medis Terkena Imbas Penutupan PLDPI Solo, Pindah Ke Instansi Lain

“Generasi muda menghadapi tantangan yang semakin kompleks, termasuk pengaruh teknologi dan media sosial terhadap pola interaksi maupun cara memandang diri sendiri. Kemampuan berkomunikasi dan membangun relasi yang sehat juga perlu terus dikembangkan sejak dini,” kata Astrid, Rabu (16/9).

Dorongan tersebut disampaikan Astrid saat menghadiri kegiatan Grow Within, Connect Beyond: Youth Empowerment through Mental Resilience & Interpersonal Communication di Tawangpraja, Selasa (15/9). Kegiatan yang digelar Rotary Clubs of Solo Area itu melibatkan anak muda dari berbagai komunitas dan organisasi kepemudaan.

Baca Juga: Status Darurat Dicabut, TPA Putri Cempo Belum Sepenuhnya Aman

Peserta di antaranya berasal dari Putra Putri Solo, Duta Genre, Forum Anak, serta perwakilan sekolah. Mereka mendapat materi mengenai ketahanan mental, komunikasi interpersonal, digital wellbeing, social media detox, hingga mindfulness bagi generasi Z.

Astrid menilai ruang interaksi positif bagi anak muda diperlukan agar mereka tidak hanya aktif di dunia digital, tetapi juga memiliki relasi sosial yang sehat di kehidupan nyata.

“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi seperti ini penting untuk menciptakan ruang-ruang positif bagi anak muda, tempat mereka bisa belajar, bertemu, berdiskusi, dan saling menguatkan,” paparnya.

Baca Juga: Sempat Hilang Dua Hari, Lansia 84 Tahun di Sawit Boyolali Ditemukan Meninggal di Parit Sawah

Menurut Astrid, penggunaan media sosial perlu diimbangi dengan kemampuan membangun hubungan secara langsung. Komunikasi, kata dia, bukan sekadar kemampuan berbicara, melainkan juga mendengarkan, memahami, dan menghargai orang lain.

“Di era digital, anak muda perlu bijak menggunakan media sosial serta menjaga keseimbangan antara kehidupan digital dan kehidupan nyata,” ujarnya.

Pemkot Solo juga mendorong generasi muda berani mengembangkan potensi dan menghasilkan karya. Kolaborasi antara pemerintah, organisasi, komunitas, sekolah, dan anak muda dinilai penting untuk menciptakan ruang tumbuh yang positif.

“Kami harap materi yang diperoleh tidak berhenti pada diskusi, tetapi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk membentuk generasi muda Surakarta yang tangguh, kreatif, berintegritas, dan peduli terhadap sesama,” tandas Astrid. (ves)

Editor : Kabun Triyatno
anak muda wakil wali kota solo astrid widayani kesehatan mental era digital