Pemkot Solo Cari Opsi Jika Fosil Dinosaurus Museum Tahir Dikembalikan  ke Tiongkok

Silvester Kurniawan • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 19:10 WIB
Fasilitas di Tahir Solo Museum akan terus dilengkapi untuk menunjang unsur art, science, and culture. (M.IHSAN/RADAR SOLO)
Fasilitas di Tahir Solo Museum akan terus dilengkapi untuk menunjang unsur art, science, and culture. (M.IHSAN/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM – Pemkot Solo tengah memutar otak untuk menyiapkan opsi pengganti dari fosil dinosaurus yang sebelumnya menjadi salah satu daya tarik utama kunjungan di Museum Tahir Surakarta. Hal ini dilakukan mengingat masa pinjam fosil dinosaurus itu hanya enam bulan dan harus dikembalikan ke Cina saat masa pinjam berakhir.

Sekretaris Daerah Kota Solo Budi Murtono membenarkan adanya informasi terkait fosil dinosaurus tersebut. Sesuai kesepakatan awal, fosil dinosaurus yang dipinjam dari Zigong Dinosaur Museum dari Sichuan, Tiongkok itu hanya berlaku enam bulan sejak Museum Tahir diresmikan. Sedikitnya ada tiga fosil, yakni Omeisaurus Tianfuensis ukuran dewasa (adult), Omeisaurus Tianfuensis ukuran anak (juvenile), dan Huayangosaurus Taibai (leluhur Stegosaurus) yang kini dipamerkan di Tahir Museum sejak diresmikan 25 Juli 2026 lalu.

Baca Juga: Pembagian Grup Liga Nusantara 2026/2027: Persika Karanganyar, Persinga, dan Persibangga Masuk Grup Neraka

Selain soal instalasi pengganti fosil dinosaurus itu, Pemkot Solo juga punya pekerjaan rumah lain untuk segera menyiapkan personel yang nantinya digadang jadi pengelola Museum Tahir pasca diserahkan dan dikelola penuh oleh pemerintah kota. Hal ini dilakukan agar 1 tahun kedepan, Pemkot Solo sudah bisa melakukan pengelolaan secara mandiri.

“Sesuai kesepakatan kan mereka mengelola selama 1 tahun, jadi kami harus segera siapkan personel untuk transfer knowledge-nya agar saat sudah memasuki waktunya alih kelola museum itu bisa segera dilakukan. Mereka meminta pemkot segera menyiapkan personel untuk transfer knowledge-nya,” beber Sekda.

Baca Juga: Persebi Boyolali Mulai Bangun Skuad dari Nol, Bidik Pemain Liga 2 dan Liga 3

Sekadar informasi, Museum Tahir (Tahir Solo Meseum) dibangun oleh Tahir Foundation sejak era Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka dan diresmikan pada akhir Juli lalu. Sejak pertama dibuka museum tersebut menyedot banyak animo masyarakat dengan 500-1.000 orang pada hari kerja dan 2.000 orang pada akhir pekan.

“Rencananya akan kami kelola di bawah UPT Museum (Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Solo). Tetapi ini masih kita kaji apakah perlu berubah menjadi BLUD atau tidak,” imbuh Budi Murtono. (ves/nik)

Editor : Niko auglandy
Museum Tahir fosil