Monitoring dan Evaluasi Pemberdayaan Kader Kesehatan Deteksi Dini TB Anak di Posyandu Kelurahan Mojosongo

Silvester Kurniawan • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 16:50 WIB
Upaya deteksi dini tuberkulosis (TB) anak di tingkat posyandu diperkuat melalui pemberdayaan kader kesehatan di Kelurahan Mojosongo, Solo. (ISTIMEWA)
Upaya deteksi dini tuberkulosis (TB) anak di tingkat posyandu diperkuat melalui pemberdayaan kader kesehatan di Kelurahan Mojosongo, Solo. (ISTIMEWA)

RADARSOLO.COM–Upaya deteksi dini tuberkulosis (TB) anak di tingkat posyandu diperkuat melalui pemberdayaan kader kesehatan di Kelurahan Mojosongo, Solo.

Sebanyak 49 kader mengikuti pelatihan penggunaan media edukasi TB anak pada 27–28 Agustus 2026.

Ketua Pelaksana kegiatan Erinda Nur Pratiwi, SST, M.Kes, M.Keb, mengatakan, pelatihan diarahkan untuk meningkatkan kemampuan kader dalam melakukan deteksi dini, skrining, rujukan, hingga pencegahan TB anak di lingkungan posyandu.

Baca Juga: Gubernur Ahmad Luthfi Luncurkan Speling Melesat dan TB Express, Akseletasi Penurunan Kasus Tuberkulosis di Jateng

Pelatihan dilengkapi sejumlah media edukasi, mulai dari lembar balik TB anak, video edukasi, poster skrining, mainan edukasi sistem pernapasan, hingga leaflet.

Media tersebut digunakan untuk mempermudah kader memahami sekaligus menyampaikan informasi kepada masyarakat.

“Targetnya kader tidak hanya memahami materi, tetapi juga mampu mengenali tanda dan gejala TB anak sehingga bisa mendorong penanganan lebih cepat,” kata dia, Jumat (18/9).

Salah satu pelaksana kegiatan lainnya, Budi Prasetyo, S.KM, M.Kes, menambahkan, hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan kader yang cukup signifikan.

Pengetahuan gabungan tiga materi meningkat dari 46,6 persen menjadi 85 persen, dengan nilai N-Gain 0,72 atau masuk kategori tinggi.

“Peningkatan ini menunjukkan media visual dan metode pelatihan cukup efektif membantu kader memahami materi TB anak,” papar dia.

Baca Juga: Dinkes Jateng Ajak Kader PKK Putus Matai Rantai Penyebaran Tuberkulosis Anak

Di sisi lain, kesiapan diri kader juga mengalami peningkatan. Nilainya naik dari 2,58 menjadi 4,35 pada skala 1–5, dengan N-Gain 0,73 atau kategori tinggi.

Peningkatan paling tinggi terjadi pada materi deteksi dini, skrining, dan rujukan, dengan N-Gain 0,74. Sedangkan materi konseptual dan administratif menunjukkan peningkatan lebih moderat.

“Untuk materi yang berkaitan dengan manajemen, masih diperlukan pengulangan, simulasi kasus, dan pendampingan agar kader semakin aplikatif di lapangan,” imbuh salah satu pelaksana lainnya, Frieda Ani Noor, S.KM, M.Kes.

Baca Juga: 800 RTLH di Solo Jadi Sasaran Bedah Rumah, Kondisi Rawan TBC Jadi Prioritas

Kegiatan yang dilakukan oleh civitas akademika dari Universitas Kusuma Husada Surakarta ini didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

“Seluruh rangkaian sosialisasi, koordinasi, produksi dan distribusi media, serta pelatihan 49 kader telah terlaksana 100 persen,” imbuh Erinda. (ves)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com
mojosongo solo penanganan tuberkulosis tuberkulosis kader Posyandu TB