RADARSOLO.COM – Wajah perparkiran di Kota Bengawan mulai berubah. Pemerintah Kota (Pemkot) Solo meluncurkan seragam baru juru parkir (jukir) sekaligus menerapkan sistem E-Parkir di empat ruas jalan sebagai proyek percontohan, Jumat (18/9/2026).
Seragam baru tersebut dilengkapi barkot QRIS, mesin EDC E-Parkir, serta nomor aduan masyarakat. Pemkot Surakarta menargetkan seluruh jukir nantinya menggunakan perlengkapan tersebut untuk memberikan pilihan pembayaran sekaligus memperkuat pengawasan layanan parkir.
Wali Kota Solo Respati Ardi mengatakan, pada tahap awal sebanyak 50 jukir telah menggunakan seragam baru lengkap dengan perlengkapan pendukung. Secara bertahap, seragam dan perangkat tersebut akan diberikan kepada seluruh jukir.
Baca Juga: Bangun Tidur, Warga Matesih Karanganyar Ditodong Benda Mirip Pistol: Dua HP Raib
“Ketika bertugas juga akan mengenakan celana panjang dan bersepatu. Kemudian untuk E-Parkirnya, kami harap para rekan-rekan bisa melayani masyarakat dengan baik,” kata Respati.
Empat ruas jalan menjadi lokasi percontohan E-Parkir, yakni Jalan Slamet Riyadi ruas Gendengan-Gladag, Jalan Gatot Subroto ruas Simpang Empat Singosaren-Simpang Empat Ngarsopuro, Jalan Teuku Umar ruas Simpang Tiga McDonald-Simpang Keprabon, serta Jalan Dr Radjiman ruas Simpang Pasar Klewer-Masjid Fatimah.
Dalam penerapannya, masyarakat masih dapat membayar parkir secara tunai. Pembayaran digital melalui QRIS dan EDC disiapkan sebagai alternatif. Pemkot menargetkan seluruh transaksi parkir dapat beralih ke sistem digital pada tahun depan.
“Sementara ini kami masih memfasilitasi pembayaran secara tunai. Nanti pada waktunya, saat semua siap, akan berpaling ke pembayaran digital. Ini bertahap, targetnya tahun depan sudah bisa pakai pembayaran digital semuanya,” ujar Respati.
Digitalisasi tersebut juga diarahkan untuk memperketat pencatatan retribusi parkir. Dengan sistem transaksi yang tercatat, Pemkot berharap potensi kebocoran retribusi dapat ditekan.
Selain itu, nomor aduan yang tercantum pada seragam jukir memungkinkan masyarakat menyampaikan laporan apabila menemukan pelayanan yang dinilai tidak sesuai. Pengawasan juga dilakukan Tim Terpadu atau Satgas Tribuntrantibmas yang telah dibentuk Pemkot Surakarta.
“Ada nomor aduan pelayanannya di setiap seragam jukir. Pengawasannya juga dilakukan oleh Tim Terpadu (Satgas Tribuntrantibmas) yang sudah kita bentuk,” beber Respati.
Salah seorang jukir di kawasan Jalan Slamet Riyadi, Faris, 41, mengatakan persoalan uang kembalian menjadi salah satu kendala pembayaran parkir secara tunai. Karena itu, sebagian pengguna parkir memilih menggunakan QRIS.
“Saya sudah lima tahun jadi jukir. Selama ini banyak yang membayar pakai QRIS, tetapi ada juga yang tunai. Makanya kami selalu siapkan uang kembalian sesuai tarif yang berlaku,” kata Faris.
Dari empat ruas yang menjadi lokasi percontohan, tercatat terdapat 250 jukir. Sebanyak 185 jukir telah dilengkapi barkot QRIS, sedangkan perangkat EDC E-Parkir baru tersedia untuk 85 jukir.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo Taufiq Muhammad mengatakan kekurangan perangkat tersebut akan segera dilengkapi. Perlengkapan itu nantinya wajib dibawa jukir saat bertugas.
“Kelengkapan ini wajib mereka bawa karena tujuannya untuk mempermudah pembayaran parkir. Dengan pilihan pembayaran ini tentu akan lebih mudah. Tunai masih dilayani, digital juga sudah bisa. Secara bertahap yang masih kurang ini akan segera kita lengkapi,” terang Taufiq. (ves)
Editor : Kabun Triyatno