RADARSOLO.COM – Upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas), terutama yang berujung korban meninggal dunia, terus menjadi perhatian Ditlantas Polda Jawa Tengah. Pengawasan jalur rawan kecelakaan hingga penertiban aktivitas balap liar di jalan raya bakal diperkuat.
Dirlantas Polda Jateng Kombes Pol Maesa Soegriwo mengatakan, momentum HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 menjadi pengingat bagi jajaran lalu lintas untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Aspek keselamatan pengguna jalan juga menjadi salah satu fokus utama.
“Harapan saya di HUT ke-71 ini, jajaran lalu lintas khususnya tetap solid, tetap profesional, tetap modern. Sesuai kebijakan Polantas yang presisi, selain pelayanan masyarakat yang kita utamakan,” kata Maesa usai meninjau pelaksanaan khitanan massal di RS Bhayangkara Solo, Sabtu (19/9).
Baca Juga: Kelola DBHCHT Rp 7,3 Miliar, Dinkes Klaten Harapkan Dukungan Anggaran Kesehatan Berkesinambungan
Menurut dia, jajaran lalu lintas mendapat arahan untuk terus menekan jumlah kecelakaan. Namun, perhatian tidak hanya tertuju pada jumlah kejadian, melainkan juga fatalitas yang ditimbulkan.
“Kami punya kebijakan untuk menekan jumlah kecelakaan lalu lintas. Terutama fatalitas. Kalau jumlahnya bisa kita turunkan, namun fatalitasnya ini yang coba kita koordinasikan dengan seluruh jajaran untuk menekan, terutama kecelakaan dengan korban meninggal dunia,” jelasnya.
Baca Juga: Total Rp 80 Juta! Bali United Dihukum akibat Ulah Suporter dan Ofisial
Berbagai langkah dilakukan dengan memetakan jalur yang memiliki potensi rawan kecelakaan. Pemetaan dilakukan melalui fungsi keamanan dan keselamatan (Kamsel), survei lapangan, serta pemeriksaan kondisi sejumlah ruas jalan, termasuk jalur tol.
Maesa menyebut karakteristik setiap daerah di Jawa Tengah berbeda. Karena itu, pola penanganan dan pengawasan lalu lintas perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah.
“Jalur-jalur mungkin sudah kita survei melalui Kamsel, melalui cek kondisi jalan dan yang lainnya, termasuk jalan tol. Saya yakin setiap wilayah karakteristiknya berbeda-beda,” ungkapnya.
Baca Juga: Jaga Warisan Budaya Aceh, Perajin Sulam Kasab Asra Kembangkan Usaha Bersama Holding UMi BRI
Selain laka lantas, fenomena balap liar juga menjadi perhatian Ditlantas Polda Jateng. Jajaran lalu lintas di wilayah diminta meningkatkan kegiatan penertiban, terutama pada malam akhir pekan yang kerap menjadi waktu munculnya aktivitas tersebut.
“Waktunya pasti di malam Minggu kita perintahkan untuk melaksanakan razia terhadap balap liar,” tegas Maesa.
Namun, penanganan balap liar tidak hanya mengandalkan penindakan. Ditlantas Polda Jateng juga mendorong pemerintah daerah menyediakan wadah bagi masyarakat, khususnya anak muda yang memiliki minat terhadap olahraga otomotif.
Menurut Maesa, kegiatan balap resmi dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi aktivitas balap liar di jalan umum. Pemerintah daerah dapat berkoordinasi dengan kepolisian untuk menentukan lokasi yang memenuhi aspek keamanan dan keselamatan.
“Kami koordinasi dengan stakeholder atau pemda untuk mewadahi. Artinya, pemerintah daerah bisa menyelenggarakan kegiatan-kegiatan turnamen, balap atau rally yang resmi di tempat yang sudah sesuai dan di-adjustment oleh Pam Obvit dan Kamsel,” ujarnya.
Baca Juga: Raphinha Hat-trick! Barcelona Libas Sevilla: Lihat Klasemen La Liga, Real Madrid Kian Cemas
Konsep tersebut, lanjut dia, diharapkan mampu mengalihkan aktivitas penghobi otomotif dari jalan raya ke arena yang lebih aman dan terkontrol.
Dampak penyelenggaraan balap resmi juga dirasakan di wilayah Solo Raya. Kasatlantas Polresta Surakarta Kompol Dhayita Daneswari mengatakan, pelaksanaan Drag Bike Gubernur Cup yang digelar pekan lalu memberikan dampak positif terhadap keamanan dan ketertiban lalu lintas di Kota Solo.
Sebelum kegiatan tersebut digelar, sejumlah ruas jalan di Surakarta diketahui kerap dimanfaatkan sebagai lintasan balap liar, terutama oleh kalangan anak muda.
“Kegiatan praktik yang sudah dilakukan kemarin itu sangat berdampak positif, khususnya di wilayah Solo Raya. Sebelum dilaksanakan Drag Bike Gubernur Cup, terdata ada beberapa titik di Surakarta yang menjadi lintasan masyarakat, terutama anak muda yang terlibat balap liar,” kata Dhayita.
Baca Juga: Sukses Jadi Tuan Rumah, Jateng Melesat dari Peringkat 16 ke Runner-Up MTQ Nasional XXXI
Menurutnya, keberadaan wadah balap resmi turut membantu mengurangi sejumlah persoalan yang selama ini menjadi perhatian kepolisian. Salah satunya aksi trek-trekan serta penggunaan knalpot yang tidak sesuai ketentuan di jalan raya.
“Dengan adanya Drag Bike Gubernur Cup ini sangat membantu dan memberikan efek yang sangat positif, khususnya untuk knalpot brong, penggunaan knalpot di jalan raya, kemudian trek-trekan di wilayah Solo pun sudah tidak ada,” jelasnya.
Dhayita menambahkan, kepolisian akan terus mendorong kegiatan positif yang dapat menjadi ruang penyaluran hobi masyarakat. Langkah tersebut dinilai penting agar aktivitas anak muda dapat tersalurkan tanpa mengganggu pengguna jalan lainnya.
Sementara itu, rangkaian HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 juga diisi dengan kegiatan sosial. Salah satunya khitanan massal yang digelar di RS Bhayangkara Solo, Sabtu (19/9).
Kegiatan tersebut diikuti 71 anak dari wilayah Solo Raya, sesuai dengan usia peringatan HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71. Peserta berasal dari sejumlah daerah, di antaranya Kota Solo, Sukoharjo, dan Karanganyar.
“Untuk kegiatan dalam rangkaian HUT Lalu Lintas ke-71, salah satunya mengadakan sunatan massal. Pesertanya dari wilayah Solo Raya berjumlah 71 anak sesuai dengan HUT ke-71 Lalu Lintas,” terang Dhayita.
Peserta khitanan massal tersebut memiliki rentang usia sekitar enam hingga 13 tahun. Selain peserta yang telah terdata, kepolisian juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin mengikuti kegiatan sosial tersebut. (atn/nik)
Editor : Niko auglandy