Jenazah Diduga Ahda dan Aldo Ditemukan, Keluarga Tunggu Hasil DNA

Antonius Christian • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 13:44 WIB
Keluarga korban KMP Virgo Transport 8 jalani tes DNA di Polresta Solo, Selasa (22/9). (M Ihsan/Radar Solo)
Keluarga korban KMP Virgo Transport 8 jalani tes DNA di Polresta Solo, Selasa (22/9). (M Ihsan/Radar Solo)

RADARSOLO.COM Kabar penemuan jenazah yang diduga berkaitan dengan dua warga Solo Raya dalam musibah KMP Virgo Transport 8 belum berujung kepastian. Keluarga Ahda Dhiyaurohman dan Aldo Nurahmansya memilih menunggu hasil pemeriksaan DNA sebelum memastikan identitas jenazah yang ditemukan.

Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bid Dokkes) Polda Jawa Tengah mengambil sampel DNA keluarga korban di Klinik Bhayangkara Polresta Surakarta, Selasa (22/9). Sampel tersebut akan dicocokkan dengan DNA jenazah yang ditemukan di sejumlah lokasi.

Kaur DVI Bid Dokkes Polda Jateng AKP Derry Setiawan mengatakan, sampel diambil dari keluarga inti. Petugas mengambil sampel dari tiga anggota keluarga untuk membantu proses pencocokan profil DNA.

Baca Juga: Sejoli Pakai Seragam Olahraga SMKN 1 Cidaun Cianjur Rekam Adegan Mesra Digubuk, Cek Faktanya

“Untuk kemungkinan korban ataupun korban yang ditemukan di Banjarmasin maupun di Jawa Timur, saat ini kami mengambil sampel darah dan sampel dari gigi keluarga korban yang akan kami cocokkan DNA-nya,” kata Derry di Klinik Bhayangkara Polresta Surakarta, Selasa (22/9).

Menurut Derry, sampel dari keluarga akan dikirim ke Pusdokkes untuk diperiksa dan dicocokkan dengan data DNA jenazah. Pengiriman ditargetkan dilakukan Selasa sore atau malam.

“Paling cepat kami akan kirim sore ini atau nanti malam ke Pusdokkes. Nanti hasilnya akan disamakan dengan korban,” ujarnya.

Baca Juga: Statistik Vico Duarte Apakah Meyakinkan?, Namanya Kini Dirumorkan Akan Gabung Persis Solo di Liga 2

Namun, Derry belum dapat memastikan kapan hasil pemeriksaan tersebut keluar. Proses identifikasi masih harus melalui sejumlah tahapan pemeriksaan dan pencocokan data.

“Beberapa hari, mungkin. Saat ini kan kami baru mengambil. Kami akan kirim, kemudian menunggu hasilnya,” terangnya.

Pengambilan sampel juga dilakukan terhadap keluarga korban dari daerah lain. Derry menyebut petugas telah mengambil sampel dari keluarga di Jepara dan Boyolali, selain Solo.

Bagi keluarga Ahda, hasil DNA menjadi penentu setelah muncul informasi mengenai penemuan jenazah yang diduga berkaitan dengan pemuda asal Ngringo, Jaten, Karanganyar, tersebut. Salah satu petunjuk yang ditemukan yakni KTP yang disebut berada bersama jenazah.

Ayah Ahda, Nurul Bahri, mengatakan keluarga tidak ingin terburu-buru memastikan kabar tersebut hanya berdasarkan temuan KTP.

“Info kalau tidak salah pengambilan sampel darah ini sejak sekitar empat hari lalu. Kami mungkin baiknya menunggu hasil DNA ini saja,” kata Nurul.

Dia mengaku telah menerima informasi mengenai KTP tersebut. Namun, keluarga belum mengetahui secara pasti bagaimana dan di mana KTP itu ditemukan.

“Sementara ini kan beritanya kemarin ada informasi katanya dari Jasa Raharja, ada foto KTP yang menempel. Seperti yang disampaikan beliau-beliau dari DVI, masih harus memastikan lagi dengan mencocokkan DNA-nya,” ujarnya.

Menurut Nurul, keluarga juga belum mengetahui apakah KTP tersebut berada di saku pakaian atau ditemukan melekat pada bagian tubuh jenazah.

“KTP itu baru petunjuk. Kita coba seperti apa penempatannya, di saku atau sampai di badan, kita juga enggak tahu,” katanya.

Nurul berharap pemeriksaan DNA segera memberikan kepastian mengenai keberadaan Ahda. Keluarga, kata dia, masih menunggu informasi resmi dari tim DVI.

“Kita menunggu hasil DNA ini saja. Mungkin kualitas sampelnya juga masih harus diperiksa dan kalau diperlukan dikirim ke Jakarta. Sementara kami masih menunggu informasi yang jelas,” ungkapnya.

Kepastian serupa juga ditunggu keluarga Aldo Nurahmansya. Bude Aldo, Ranur Mahartini, mengatakan keluarga mendapat informasi mengenai penemuan jenazah yang disebut memiliki sejumlah properti yang diduga milik Aldo.

Kerabat Aldo yang berada di Banjarmasin bahkan disebut telah melihat jenazah tersebut. Namun, keluarga tetap menunggu hasil identifikasi resmi.

“Informasinya itu sudah ditemukan. Sepupunya di sana sudah melihat jenazahnya. Itu benar, cuma tadi pagi dikonfirmasi lagi,” kata Ranur.

Petugas juga sempat menanyakan ciri fisik Aldo, termasuk kondisi giginya. Informasi tersebut menjadi salah satu data pendukung dalam proses identifikasi.

“Kemarin dari pihak sana konfirmasi lagi, telepon ke saya. Ditanyakan, gigi anaknya pakai pemutih atau tidak. Selama ini tidak pakai pemutih, giginya kuning,” tuturnya.

Ranur mengatakan, temuan KTP maupun sejumlah barang belum cukup untuk memastikan identitas jenazah.

“Kita konfirmasi ke sana, belum ada yang bisa memastikan. Ada KTP dan beberapa barang, tetapi enggak tahu itu siapa karena belum bisa diidentifikasi,” katanya.

Aldo sebelumnya berangkat menuju Kalimantan untuk bekerja di sektor perkebunan kelapa sawit. Rencana tersebut sebenarnya hanya sementara. Setelah mengumpulkan biaya, Aldo ingin melanjutkan pendidikan di bidang pelayaran.

“Dia sebenarnya punya rencana ke depan, tetapi terkendala sekolahnya karena mahal. Kalau sekolah pelayaran biasanya juga mahal. Dia banting setir, mau ke sawit dulu,” tutur Ranur.

Aldo berencana bekerja sekitar satu tahun sebelum kembali melanjutkan pendidikan. Keluarga sempat meminta Aldo menyelesaikan pendidikan atau kursus terlebih dahulu, tetapi keinginan untuk bekerja tetap dijalankan.

Komunikasi terakhir Ranur dengan Aldo terjadi ketika pemuda tersebut masih berada di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Setelah masuk kapal, komunikasi terputus.

“Waktu di Pelabuhan Tanjung Perak itu kami sempat telepon-teleponan. Begitu masuk kapal, sudah tidak telepon sama sekali,” katanya.

Kini keluarga Ahda dan Aldo sama-sama menunggu hasil pemeriksaan DVI. Berbagai barang, dokumen, dan ciri fisik yang ditemukan menjadi petunjuk awal, tetapi pemeriksaan DNA diharapkan menjadi dasar kepastian identitas.

“Kami masih menunggu informasi selanjutnya. Kami tidak berani memastikan sebelum ada hasil dari pemeriksaan,” pungkas Ranur. (atn)

Editor : Kabun Triyatno
KMP Virgo Transport 8 korban jenazah dna keluarga