Gunungan Sampah Lama Jadi Fokus Pemkot Solo Usai Kebakaran Putri Cempo

Silvester Kurniawan • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 13:56 WIB
Gunungan sampah TPA Putri Cempo menjadi PR bagi Pemkot Solo. (M. Ihsan/Radar Solo)
Gunungan sampah TPA Putri Cempo menjadi PR bagi Pemkot Solo. (M. Ihsan/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Gunungan sampah lama di TPA Putri Cempo menjadi pekerjaan rumah utama Pemkot Solo setelah kebakaran yang berlangsung pada awal hingga pertengahan September 2026. Pemkot kini mencari teknologi yang dapat mengolah sekaligus memanfaatkan timbunan sampah lama untuk mengurangi beban TPA.

Wali Kota Solo Respati Ardi mengatakan, pengolahan sampah lama perlu diprioritaskan karena PLTSa Putri Cempo selama ini lebih efektif mengolah sampah baru yang masuk dari masyarakat.

“Beberapa rekanan, partner dari DLH akan memanfaatkan sampah lama. Intinya mengolah sampah lama dengan teknologi apa pun, tetapi fokusnya untuk sampah lama agar persoalan di TPA ini cepat selesai. Jadi yang akan kita gunakan sampah lama lebih dulu,” kata Respati, Selasa kemarin (22/9/2026).

Baca Juga: Jenazah Diduga Ahda dan Aldo Ditemukan, Keluarga Tunggu Hasil DNA

Menurutnya, penanganan sampah lama menjadi bagian dari evaluasi pascakebakaran TPA Putri Cempo. Pemkot ingin mengurangi timbunan yang selama ini membuat kapasitas TPA semakin terbebani.

Sementara itu, sampah baru dari berbagai wilayah di Kota Solo akan diatur sirkulasinya oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Penataan tersebut dilakukan agar penanganan gunungan sampah lama dapat diprioritaskan sebelum sampah baru diolah.

“Nanti dari DLH akan mengatur itu semua,” tegas Respati.

Baca Juga: Kasus Asusila Oknum Anggota Polres Wonogiri Bripka E Dilimpahkan ke Kejari, Ditahan di Lapas

Kepala DLH Kota Solo Herwin Tri Nugroho mengatakan, penanganan sampah lama belum bisa dilakukan secara langsung. Pemkot terlebih dahulu harus mengelola gas metana yang masih terperangkap di bawah timbunan sampah.

“Pasca kebakaran ini kita lakukan penanganan sampah lama, tetapi yang utama tentu gas metana ini yang harus dikelola dengan baik karena hasil evaluasinya penanganan gas metana ini harus dilakukan lebih dulu,” beber Herwin.

Baca Juga: Siapa Takim, Konten Kreator di Balik Video Boneka Tunjungan yang Viral?

Menurut dia, pengelolaan gas metana menjadi langkah penting untuk mencegah terulangnya kebakaran. Di sisi lain, gas tersebut juga berpotensi dimanfaatkan jika dikelola dengan teknologi yang tepat.

“Bagaimanapun gas metana ini jika dikelola dengan baik akan memberikan manfaat. Ini kita tangani dulu agar tidak terjadi kebakaran di kemudian hari,” ujarnya.

Setelah persoalan gas metana ditangani, Pemkot Solo akan melanjutkan penanganan gunungan sampah lama dengan melibatkan sejumlah rekanan dan mitra DLH. Teknologi pengolahan yang akan digunakan masih dalam tahap penjajakan. (ves)

Editor : Kabun Triyatno
tpa putri cempo kebakaran teknologi sampah Gunungan Sampah