RADARSOLO.COM – Dalang-dalang cilik kembali beraksi di Taman Budaya Jawa Tengah, Rabu (23/9).
Mereka merupakan perwakilan dari berbagai daerah di Jawa Tengah, yang ambil bagian dalam Festival Dalang Anak 2026.
Ajang rutin tahunan ini memberi ruang bagi anak-anak untuk mengenal, sekaligus mengembangkan kemampuan dalam seni pewayangan.
Kepala Bidang Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tengah Ayu Utami Ningtyas menjelaskan, ajang ini telah terselenggara sejak 2019.
Pelaksanaannya menggandeng Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi).
Tahun ini, festival diikuti perwakilan dari 12 koordinator wilayah (korwil) di Jateng.
Peserta terbagi dua kategori, yakni usia 8-12 tahun, serta 12-16 tahun.
Peserta yang tampil sebelumnya telah melalui seleksi berjenjang di daerah.
Dimulai dari tingkat kabupaten/kota, dilanjutkan tingkat korwil, sebelum akhirnya tampil di tingkat provinsi.
“Para juara festival ini disiapkan untuk mengikuti Festival Dalang Anak tingkat nasional,” jelas Ayu.
Selain berburu prestasi, festival ini juga upaya menjaga keberlanjutan seni pedalangan.
Pengenalan wayang kepada anak-anak dinilai penting, agar regenerasi terus berjalan.
“Budaya tidak hanya dijaga sebagai sebuah pertunjukan saja. Namun juga harus dikenalkan sejak dini. Dimulai dari anak-anak. Ini juga bagian dari pembinaan,” imbuhnya.
Melalui festival tersebut, anak-anak didorong agar cinta terhadap wayang.
Baca Juga: Jadi Ajang Regenerasi, 15 Dalang Cilik Unjuk Gigi dalam Lomba Dalang Anak se-Kabupaten Klaten
Regenerasi diharapkan membuat seni pedalangan tetap berkembang.
“Kami ajarkan ke adik-adik ini sebagai penerus. Kami tanamkan cinta budaya Jawa Tengah dan juga wayang,” bebernya.
Sementara itu, Jateng memiliki catatan prestasi pada penyelenggaraan sebelumnya.
Perwakilan Jateng berhasil meraih juara tingkat nasional.
“Harapan kami, prestasi ini bisa dipertahankan, bahkan ditingkatkan,” ujar Ayu. (alf/fer)
Editor : fery ardi susantoSumber : Radar Solo