RADARSOLO.COM – Kebakaran TPA Putri Cempo yang berlangsung hingga pertengahan September menjadi pelajaran penting bagi Pemkot Solo. Kini, petugas di lokasi dibekali kemampuan menjadi first responder sekaligus dilatih memanfaatkan air sungai untuk membasahi timbunan sampah guna mencegah munculnya titik api.
Pelatihan tersebut dilakukan di tengah kondisi kemarau panjang dan suhu tinggi yang masih berpotensi memicu kebakaran. Proses pembasahan timbunan sampah pun akan terus dilakukan selama kondisi ekstrem tersebut berlangsung.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Solo Herwin Tri Nugroho mengatakan, petugas DLH dan personel lain yang bertugas di TPA Putri Cempo mendapat sejumlah pelatihan mitigasi kebakaran dari berbagai pihak.
Baca Juga: Diduga Tercemar Limbah, Ratusan Kilogram Ikan Budi Daya di Prambanan Klaten Mati Massal
“Petugas DLH dan petugas lain di TPA Putri Cempo kami beri pelatihan first responder. Jika terjadi risiko kebakaran, bisa melakukan upaya untuk melokalisir titik api sebelum Tim Damkar tiba di lokasi,” papar Herwin, Rabu (23/9).
Selain penanganan awal kebakaran, pelatihan mencakup aspek teknis lain, termasuk penguatan manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta mekanisme pembasahan timbunan sampah.
Menurut Herwin, pembasahan menjadi salah satu langkah mitigasi untuk menekan potensi munculnya titik api dari timbunan sampah saat suhu tinggi.
Baca Juga: Revitalisasi 13 Aset Keraton Surakarta, Pemerintah Gelontor Rp150 Miliar
“Selama kemarau panjang masih berlangsung, proses pembasahan gunungan sampah masih terus dilakukan untuk mencegah munculnya titik api dari kondisi panas ekstrem yang berlangsung,” bebernya.
Salah satu fasilitas yang disiapkan untuk mendukung pembasahan adalah mesin pompa portable. Alat tersebut digunakan untuk menyedot air dari aliran sungai kecil yang melintas di sekitar TPA Putri Cempo.
Petugas DLH dan personel lapangan lainnya dilatih personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surakarta untuk mengoperasikan pompa tersebut. Air yang disedot kemudian dialirkan ke truk tangki untuk digunakan membasahi timbunan sampah.
Staf BPBD Kota Surakarta Hananto mengatakan, pelatihan pengoperasian pompa dilakukan saat dirinya bertugas pada Selasa (22/9). Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari rapat kerja sebelumnya.
“Kemarin ada pelatihan, kebetulan pas saya piket untuk melatih kawan-kawan DLH dalam mengoperasikan mesin pompa itu. Ini hasil dari rapat kerja sebelumnya,” ucap Hananto. (ves)
Editor : Kabun Triyatno