RADARSOLO.COM – Inovasi di lingkungan Pemkot Solo tak cukup berhenti pada gagasan. Setiap terobosan dituntut mampu menjawab persoalan sekaligus memberi dampak nyata bagi masyarakat. Semangat tersebut mengemuka dalam Gelar Inovasi Perangkat Daerah di Solo Technopark, Rabu-Kamis (23-24/9).
Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kota Solo Kentis Ratnawati mengatakan, gelaran tersebut menjadi ruang bagi organisasi perangkat daerah (OPD) untuk menciptakan maupun mengembangkan inovasi guna mendukung peningkatan pelayanan kepada masyarakat.
Karena itu, penilaian tidak hanya melihat unsur kebaruan. Dampak inovasi bagi masyarakat, kemampuan menjawab persoalan, serta kesesuaiannya dengan kebutuhan publik turut menjadi pertimbangan.
Baca Juga: Titik Api Kembali Muncul di TPA Putri Cempo, Pertimbangkan Status Darurat Lagi
"Inovasi itu perlu berkolaborasi dengan stakeholder yang lain, antara sesama OPD atau juga dengan masyarakat. Harapannya ada perkembangan pelayanan masyarakat," kata Kentis, Jumat (25/9/2026).
Menurut dia, inovasi yang dipertandingkan tidak harus sepenuhnya merupakan gagasan baru. Pengembangan dari inovasi sebelumnya tetap dapat diikutsertakan sepanjang memiliki unsur kebaruan dan menunjukkan penyempurnaan.
Dia mencontohkan inovasi pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) yang dapat dikembangkan dari versi awal ke versi berikutnya. Pengembangan tersebut harus menunjukkan perubahan yang membuat inovasi semakin mampu menjawab persoalan dan kebutuhan masyarakat.
Baca Juga: Titik Api Kembali Muncul di TPA Putri Cempo, Pertimbangkan Status Darurat Lagi
"Bagaimana dia mempresentasikan permasalahan-permasalahan itu, bisa menjawab tantangan kebutuhannya di masyarakat," jelasnya.
Sedikitnya 110 inovasi dari berbagai instansi di lingkungan Pemkot Surakarta ambil bagian dalam ajang tahunan tersebut. Pada kategori OPD, juara pertama diraih Sekretariat DPRD melalui Program Penglaris. Posisi berikutnya ditempati Dinas Tenaga Kerja melalui Rumah Siap Kerja Bersama dan Dinas Perhubungan melalui Lentera Pangan. Kecamatan Jebres dan Diskominfo SP meraih juara harapan.
Sementara itu, kategori non-OPD menempatkan Kelurahan Serengan, Perumda Air Minum, dan Puskesmas Pajang sebagai juara. Juara harapan diraih Kelurahan Tegalrejo dan SMP Negeri 22 Surakarta.
Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani menegaskan, inovasi di pemerintahan seharusnya tidak berhenti pada penciptaan sesuatu yang baru. Lebih dari itu, inovasi harus mampu menghasilkan perubahan yang dirasakan masyarakat.
"Inovasi bukan sekadar menciptakan sesuatu yang baru, tetapi bagaimana setiap gagasan dan perubahan mampu membuat pelayanan pemerintahan menjadi lebih sederhana, efektif, dan semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat," imbuh Astrid. (ves)
Editor : Kabun Triyatno