RADARSOLO.COM – Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk kelompok 3B yang terdiri atas balita, ibu hamil (bumil), dan ibu menyusui (busui) bakal disesuaikan. Evaluasi dilakukan karena kebutuhan gizi kelompok tersebut berbeda dengan penerima MBG dari kalangan anak sekolah.
Wakil Ketua Satgas MBG Kota Solo Purwanti mengatakan, penerima manfaat kelompok 3B saat ini telah mencapai lebih dari 12.000 orang dari total sasaran sekitar 14.000 orang di Kota Solo. Namun, pelaksanaan di lapangan masih menemukan persoalan, terutama terkait menu yang diberikan.
“3B ini kan memang sudah hampir 14.000-an ya, ini 12.000 lebih penerima (kelompok 3B). Namun, masih belum sesuai harapan terkait dengan menu yang seharusnya,” kata Purwanti, Minggu (27/9/2026).
Baca Juga: Kritik Isu Pendidikan Lewat Literasi, Pemudi Asal Solo Ini Buka Lapak Baca Gratis Pakai Sepeda
Persoalan menu tersebut juga menjadi salah satu pembahasan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Satgas MBG Kota Solo, Kamis (24/9). Pemkot Surakarta sepakat melakukan penyesuaian agar menu yang diberikan lebih sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing penerima manfaat.
“Pelaksanaan di lapangan masih menemukan sejumlah hal yang perlu dibenahi, terutama berkaitan dengan menu,” ujarnya.
Purwanti menjelaskan, kelompok 3B memiliki karakteristik penerima yang beragam. Balita, misalnya, membutuhkan asupan berbeda dibandingkan anak usia sekolah maupun orang dewasa.
Baca Juga: Asyik Foto Kampung Batik, iPhone 13 Malah Dijambret
“Balita usia dua hingga tiga tahun yang masih berada pada tahap pertumbuhan dan perkembangan mestinya tidak disamakan dengan yang usia anak SD maupun usia dewasa,” bebernya.
Terpisah, Wali Kota Solo Respati Ardi membenarkan penyesuaian menu menjadi salah satu perhatian dalam pelaksanaan program MBG. Masukan dari masyarakat juga menjadi bahan evaluasi pemerintah.
Baca Juga: Gagal Raih Medali Asian Games, Basral Graito Malah Bercanda soal Bikin Kos-kosan
“Banyak masukan masyarakat untuk penyesuaian menu MBG. Yang paling mendasar itu untuk sasaran 3B karena penerimanya beda-beda kebutuhannya,” kata Respati.
Pemkot Solo selanjutnya bakal melibatkan tenaga kesehatan, seperti dokter dan ahli gizi, serta Tim Penggerak PKK di masing-masing wilayah. Mereka akan memberikan rekomendasi menu yang sesuai bagi penerima manfaat kelompok 3B.
Langkah tersebut diharapkan membuat menu MBG tidak sekadar memenuhi pelaksanaan program, tetapi juga benar-benar menyesuaikan kebutuhan gizi balita, bumil, dan busui.
“Besok akan ada dari dokter dengan PKK untuk memberikan rekomendasi menu. Di sini keterlibatan warga sekitar juga menjadi hal yang penting,” tegas Respati. (ves)
Editor : Kabun Triyatno