Heboh Rusa Sriwedari Kabur ke Jalan, Disbudpar Solo: Itu Video Lama

Antonius Christian • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 13:29 WIB
Rusa-rusa di Taman Sriwedari Solo. (M Ihsan/Radar Solo)
Rusa-rusa di Taman Sriwedari Solo. (M Ihsan/Radar Solo)

SOLO, Radar Solo – Video rusa peliharaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Solo yang berkeliaran hingga Jalan Bhayangkara kembali viral di media sosial. Namun, Disbudpar memastikan video tersebut merupakan rekaman lama yang sebelumnya beredar setelah rusa lepas dari kawasan Sriwedari.

Kepala Disbudpar Kota Solo Maretha Dinar Cahyono mengatakan, video yang kembali beredar pada akhir pekan lalu merupakan bagian dari rangkaian rekaman yang sempat viral sekitar dua pekan lalu. Saat itu, rusa tersebut diketahui keluar dari kawasan Sriwedari dan tertangkap warga di kawasan Cemani.

“Yang lepas itu jantan. Kemarin kami sudah diedukasi BKSDA mengenai populasi. Kalau ada jantan yang lepas berarti populasinya sudah melebihi,” kata Maretha.

Baca Juga: Srikandi Pemahat Tembaga dari Tumang Boyolali, Sukamti Dedikasikan 41 Tahun Jadi Tulang Punggung Keluarga

Pasca kejadian tersebut, Disbudpar mendapat edukasi dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) mengenai pengelolaan populasi rusa, termasuk komposisi rusa jantan dalam satu koloni.

Menurut Maretha, rusa jantan yang kalah dalam persaingan dengan pejantan lain berpotensi keluar dari kelompoknya. Karena itu, lepasnya rusa tidak semata-mata berkaitan dengan masa kawin.

Baca Juga: Kondisi Terkini Bayi yang Ditemukan di KA Sancaka, Siapa yang Merawatnya?

“Bukan karena masa kawin. Itu karena populasi. Ketika dia kalah dengan jantan lainnya, kemudian lari,” jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi, Disbudpar memperketat pengawasan akses keluar-masuk kawasan Sriwedari. Sejumlah titik yang berpotensi menjadi jalur keluar rusa akan ditutup.

Disbudpar juga menunggu konsep pembangunan kandang khusus yang akan dikoordinasikan dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Solo. Kandang yang digunakan saat ini disebut mengalami kerusakan di sejumlah bagian.

“Arahnya ada kandang khusus. Kami masih menunggu konsep dari DPUPR. Karena kandang yang ada sekarang juga ada yang rusak,” ujar Maretha.

Saat ini, sekitar 25 ekor rusa masih dipelihara di kawasan Sriwedari. Sembilan ekor sebelumnya telah dipindahkan ke Taman Balekambang sebagai bagian dari upaya pengelolaan populasi.

Pemindahan tersebut dilakukan setelah muncul persoalan rusa memakan sampah plastik. Disbudpar juga masih membuka kemungkinan mengurangi kembali jumlah rusa di Sriwedari sesuai hasil evaluasi populasi dan pengelolaan satwa.

“Sudah kami kurangi. Ada sembilan yang kami bawa ke Balekambang,” terang Maretha.

Sementara itu, pemeliharaan rusa tetap menjadi bagian dari kegiatan UPT Disbudpar. Anggaran dialokasikan untuk kebutuhan pakan dan pemeriksaan kesehatan satwa.

Dengan kembali viralnya rekaman lama tersebut, Disbudpar menegaskan tidak ada kejadian baru seperti yang terkesan dari peredaran video. Meski demikian, pengawasan terhadap rusa dan kondisi kandang tetap diperketat untuk mencegah satwa kembali keluar dari kawasan Sriwedari. (atn)

Editor : Kabun Triyatno
Sriwedari populasi balekambang rusa satwa