RADARSOLO.COM — Konsep Smart City di Kota Solo diarahkan tidak berhenti pada digitalisasi dan pengembangan aplikasi. Pemerintah kota mendorong setiap kebijakan disusun berdasarkan data lapangan agar lebih tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Wali Kota Solo Respati Ardi menegaskan, Smart City bukan sekadar persoalan teknologi. Data lapangan harus menjadi pijakan utama pemerintah sebelum menentukan kebijakan.
Karena itu, dia meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) membuka dan memanfaatkan data yang tersedia sebelum mengambil keputusan.
Baca Juga: Gugatan Masuk Pengadilan, KAI Terbitkan SP 3 Warga Ledoksari
“Smart City itu bukan tentang aplikasi. Smart City itu bukan hanya tentang digital, tapi Smart City adalah data driven policy, di mana kebijakan itu berbasis data yang memang dibutuhkan masyarakat,” terang Respati, Selasa (29/9).
Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi Forum Dewan Smart City 2026 di Bale Tawang Arum, Senin (28/9). Menurut Respati, pemanfaatan data lapangan akan membuat kebijakan lebih terarah dan objektif sehingga tidak hanya didasarkan pada subjektivitas.
“Arahnya ke depan semua OPD dalam penentuan kebijakan harus buka data lapangan dulu. Jadi lebih tepat, lebih objektif, jadi tidak lagi subjektivitas,” ujarnya.
Baca Juga: Proyek Drainase, Arus Jalan Kebangkitan Berubah hingga November
Respati mengakui masih banyak keluhan masyarakat yang perlu dijawab pemerintah. Data yang telah dimiliki masing-masing OPD, menurut dia, perlu dimaksimalkan untuk membaca persoalan sekaligus menentukan langkah penanganannya.
Dengan pendekatan tersebut, pengembangan Smart City Solo diharapkan tidak sekadar menghasilkan layanan digital, tetapi juga mendorong kebijakan yang lebih sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat.
Baca Juga: Jasad Korban KMP Virgo Tiba di Solo, Tangis Keluarga Pecah
“Yang penting ini OPD bekerja saja berbasis data itu saja. Nanti yang sudah ada kita maksimalkan saja,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani meninjau layanan digitalisasi yang dihadirkan Kantor Pos Solo. Salah satu fasilitas yang dapat dimanfaatkan masyarakat adalah ruang live streaming untuk mendukung pengembangan usaha secara daring.
Astrid mengatakan fasilitas tersebut dapat menjadi alternatif bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produk tanpa harus mengeluarkan biaya sewa studio.
“Pengembangan platform digital ini memberikan peluang luas bagi UMKM untuk menjangkau konsumen di luar wilayah. Masyarakat bisa memanfaatkan tempat ini untuk live streaming secara gratis, jadi tidak perlu biaya untuk sewa studio,” kata Astrid. (ves/bun)
Editor : Kabun Triyatno