Dampingi Warga Korban TPA Putri Cempo, Lurah Mojosongo Dikado Sapi

Silvester Kurniawan • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 18:17 WIB
Lurah Mojosongo mendapat kado sapi di Balai Kota Solo, Kamis (1/10). (Silvester Kurniawan/Radar Solo)
Lurah Mojosongo mendapat kado sapi di Balai Kota Solo, Kamis (1/10). (Silvester Kurniawan/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Seekor sapi jantan berukuran jumbo tiba-tiba muncul di halaman Balai Kota Surakarta, Kamis (1/10). Bukan untuk kurban atau bagian dari rangkaian upacara. Sapi putih itu menjadi kado spesial Wali Kota Solo Respati Ardi untuk Lurah Mojosongo Katarina Kartika.

Momen tak biasa tersebut terjadi selepas Upacara Hari Kesaktian Pancasila. Seekor sapi jantan didatangkan menggunakan mobil bak terbuka dan diserahkan langsung kepada Katarina sebagai bentuk apresiasi atas dedikasinya mendampingi warga selama kebakaran lahan di TPA Putri Cempo sepanjang September lalu.

“Saat rakor lurah-camat 17 September 2026 kemarin itu Mas Wali tiba-tiba mengumumkan apresiasi untuk Lurah Mojosongo karena sudah membersamai warga saat kebakaran TPA Putri Cempo. Seperti itu kemudian dikasih satu ekor sapi dan diserahkan setelah upacara tadi,” kata Katarina, Kamis (1/10/2026).

Baca Juga: Siapa Saja Menteri yang Diganti di Reshuffle Kabinet Hari Ini? Cek Daftar Lengkap Pejabat Baru Prabowo

Katarina mengaku tidak menyangka mendapat apresiasi dalam bentuk seekor sapi. Terlebih, dirinya belum lama menjabat sebagai lurah di Mojosongo, kelurahan dengan wilayah terluas di Kota Solo.

Untuk sementara, sapi tersebut dititipkan di rumah salah seorang warga Mojosongo yang memang memelihara sapi. Katarina belum menentukan apakah sapi itu nantinya akan dipelihara, dikembangbiakkan, atau disembelih untuk dinikmati bersama warga.

Baca Juga: Disimpan di Belakang Gudang PT Simponi Sukoharjo, Kabel Tegangan Tinggi Terbakar

“Dari awal itu Mas Wali cuma pesan terserah Bu Lurah, mau disembelih, dimakan bersama atau apa pun. Tapi untuk sementara saya titipkan di tempat warga dulu, saya suruh ngaritke rumput untuk diberi makan. Nanti saya minta arahan Mas Wali lagi,” ujarnya.

Bagi Katarina, pemberian tersebut bukan sekadar hadiah. Apresiasi itu menjadi penyemangat untuk terus mendampingi warga, terlebih Mojosongo menjadi wilayah yang ikut merasakan dampak kebakaran TPA Putri Cempo.

Baca Juga: PKL Piere Tendean Tak Jadi Terusir, Pemkot Beri Kelonggaran Berjualan

Sementara itu, Respati mengatakan apresiasi diberikan karena Katarina dinilai intens mendampingi masyarakat selama penanganan kebakaran. Menurut dia, menjadi lurah di wilayah terluas di Solo membutuhkan kesabaran dan ketangguhan dalam menghadapi berbagai persoalan warga.

“Lurah Mojosongo luar biasa membersamai warga di sana. Menjadi lurah di wilayah terbesar di Solo itu tidak mudah, harus kuat, sabar dalam mendampingi warga,” ujar Respati.

Respati juga berharap Katarina dapat terus mengajak masyarakat Mojosongo meningkatkan kepedulian terhadap kondisi TPA Putri Cempo yang mengalami kelebihan kapasitas.

“Saya harap Bu Lurah bisa mengajak warga untuk lebih peduli dengan kondisi TPA Putri Cempo,” pungkasnya. (ves)

Editor : Kabun Triyatno
tpa putri cempo sapi Lurah Mojosongo warga