Waspada Ancaman Longsor Gunungan Sampah TPA Putri Cempo

Antonius Christian • Dipublikasikan Minggu, 4 Oktober 2026 | 16:29 WIB
Petugas menyemprotkan air ke gunungan sampah TPA Putri Cempo akhir September 2026 lalu. (Kumala Triswandaru/Radar Solo)
Petugas menyemprotkan air ke gunungan sampah TPA Putri Cempo akhir September 2026 lalu. (Kumala Triswandaru/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Solo mulai menyiapkan langkah antisipasi menghadapi musim hujan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo. Selain mewaspadai munculnya kembali titik asap, DLH kini memberi perhatian khusus terhadap kestabilan timbunan sampah untuk mencegah longsor.

Kepala DLH Kota Solo Herwin Tri Nugroho mengatakan, kondisi timbunan sampah di TPA Putri Cempo membutuhkan teknik penataan yang disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Penataan dilakukan untuk memastikan tumpukan sampah tetap stabil ketika diguyur hujan dengan intensitas tinggi.

“Kalau hujan potensinya berubah, kita cegah supaya tidak longsor. Kalau nanti muncul hujan, tentu kita harus melakukan beberapa teknik penataan agar tumpukan sampahnya menjadi lebih stabil untuk menghindari terjadinya longsor,” kata Herwin.

Baca Juga: Aksi Koboi Jalanan di Sragen: Tembak Paha Lawan Pakai Airsoft Gun Berujung Babak Belur Dikeroyok

Menurut dia, guyuran air hujan dapat mengubah kondisi timbunan sampah dan tanah di sekitar TPA. Kondisi tersebut perlu diantisipasi karena berpotensi memengaruhi kestabilan struktur tumpukan.

Karena itu, penataan dan pemantauan timbunan akan dilakukan secara berkala. Petugas juga akan melihat kondisi di sejumlah titik untuk menentukan penanganan yang diperlukan.

Baca Juga: Terdengar Suara Ledakan, Truk Penuh Paket Ekspedisi Terbakar di Tol Solo-Ngawi Wilayah Boyolali

Di sisi lain, DLH masih memberlakukan pembatasan ritase kendaraan pengangkut sampah yang masuk ke TPA Putri Cempo. Kebijakan tersebut diterapkan untuk mengendalikan volume sampah yang masuk sehingga beban timbunan tetap dapat dikontrol.

Pembatasan ritase dilakukan dengan menyesuaikan volume sampah yang diperbolehkan masuk ke TPA. Langkah tersebut diharapkan membantu menjaga kondisi timbunan tetap terkendali sembari petugas melakukan penataan dan penanganan di sejumlah titik.

Herwin menegaskan, pengawasan terhadap kondisi TPA Putri Cempo akan terus dilakukan, terutama menjelang dan selama musim hujan. DLH tidak hanya mewaspadai potensi munculnya kembali titik asap, tetapi juga perubahan kondisi tanah dan timbunan setelah terkena air hujan.

“Kita terus pantau kondisinya. Penataan dilakukan supaya timbunan tetap stabil dan potensi-potensi yang tidak kita inginkan bisa dicegah,” pungkasnya. (atn)

Editor : Kabun Triyatno
titik asap tpa putri cempo musim hujan air hujan sampah