RADARSOLO.COM – Usia boleh bertambah, tetapi semangat tak harus padam. Para lanjut usia (lansia) di Kota Solo membuktikannya dengan tetap aktif berkegiatan dan bersilaturahmi dalam Peringatan Hari Lanjut Usia Internasional di halaman Balai Kota Solo, Minggu (4/10).
Para pensiunan ASN Pemkot Solo yang tergabung dalam PAPBS (Purna Adi Praja Balaikota Surakarta) mengikuti berbagai kegiatan. Mulai senam Alzheimer, pentas musik kulintang, hingga olah vokal bersama.
Kegiatan tersebut tak sekadar menjadi ajang berkumpul setelah memasuki masa purna tugas. Para lansia juga diajak tetap aktif dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
Baca Juga: Aksi Koboi Jalanan di Sragen: Tembak Paha Lawan Pakai Airsoft Gun Berujung Babak Belur Dikeroyok
“Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi bagi para purna aparatur sekaligus mendorong lansia tetap aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan,” ujar Pembina PAPBS FX Hadi Rudyatmo seusai kegiatan.
Senam Alzheimer menjadi salah satu kegiatan utama. Aktivitas fisik tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kebugaran sekaligus kesehatan otak dan fungsi kognitif para lansia.
“Aktivitas fisik seperti ini menjadi bagian dari upaya menjaga kebugaran sekaligus kesehatan otak dan fungsi kognitif lansia,” kata Hadi.
Semangat menjaga kesehatan berjalan beriringan dengan pelestarian budaya. Para pensiunan ASN tersebut mengenakan dan mengangkat batik sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Kesaktian Pancasila dan Hari Batik Nasional.
Tema “Pancasila Sakti, Lansia Menyala, Berbatik Nusantara” menjadi benang merah kegiatan yang memadukan semangat kebangsaan, kesehatan lansia, dan kecintaan terhadap budaya Nusantara.
Baca Juga: Terdengar Suara Ledakan, Truk Penuh Paket Ekspedisi Terbakar di Tol Solo-Ngawi Wilayah Boyolali
Bagi para purna aparatur, masa pensiun bukan berarti berhenti beraktivitas. Ruang untuk berkumpul, bergerak, berkesenian, dan menjaga budaya menjadi cara untuk tetap terhubung dengan lingkungan sekaligus menjaga semangat pengabdian.
“Kegiatan juga menjadi ruang bagi para purna aparatur untuk tetap menjaga komunikasi dan kebersamaan setelah memasuki masa purna tugas. Pengalaman dan semangat pengabdian diharapkan tetap dapat disalurkan melalui aktivitas sosial, budaya, dan kemasyarakatan,” beber mantan Wali Kota Solo tersebut. (ves)
Editor : Kabun Triyatno