Polemik Hak Cipta Patung Kayu di Tahir Solo Museum: Kampus Akui Caption Keliru tapi Bantah Klaim Karya Orang

Alfida Nurcholisah • Dipublikasikan Minggu, 4 Oktober 2026 | 17:48 WIB
Pengunjung melihat koleksi patung kayu yang dipamerkan di Tahir Solo Museum. Patung ini viral karena polemik klaim hak cipta. (ALFIDA NURCHOLISAH/RADAR SOLO)
Pengunjung melihat koleksi patung kayu yang dipamerkan di Tahir Solo Museum. Patung ini viral karena polemik klaim hak cipta. (ALFIDA NURCHOLISAH/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM - Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta angkat bicara terkait polemik patung kayu karya Junian Akbar Avero, dalam pameran seni rupa Humanity di Solo Tahir Museum.

Kampus menyebut kekeliruan pencantuman identitas, murni karena kesalahan pengolahan data atau administratif dalam proses seleksi karya.

Koordinator Program Studi dan Ketua Jurusan Kriya Fakultas Seni Ruda dan Desain (FSRD) ISI Surakarta Aan Sudarwanto menjelaskan, tidak ada upaya klaim kepemilikan terhadap karya tersebut.

“Panitia pameran sama sekali tidak mempunyai maksud mencuri, mengklaim, mengalihkan, ataupun menghapus kepemilikan karya seperti yang banyak dituduhkan,” kata Aan dalam keterangan resmi.

Baca Juga: Polemik Hak Cipta Patung Kayu di Pameran Tahir Solo Museum: Seniman Tagih Sidang Etik

Aan menambahkan, polemik berawal dari kesalahan caption identitas karya.

Patung itu dipasang caption berjudul Refleksi Kehormatan Jiwa, karya Cerly Sudarta Martsidaun.

Panitia lanjut Aan, menyampaikan permohonan maaf kepada Junian dan Cerly atas kekeliruan tersebut.

Caption karya sudah diperbaiki sesuai identitas semestinya.

Baca Juga: Detik-detik Truk JNT Cargo Terbakar di Tol Solo-Ngawi KM 499, Sopir: Rem Kampas Ngancing Sebelum Ban Meletus

“Kesalahan caption ID pada karya tersebut telah dibetulkan oleh panitia. Sudah sesuai dengan ID karya yang semestinya,” ungkapnya.

Di sisi lain, Aan membantah dugaan mengubah bentuk patung. Terutama di bagian atas karya, yang tidak dipajang dalam pameran.

Menurutnya, itu sudah sesuai arahan kurator. Bagian atas patung masih disimpan di kantor dosen Prodi Kriya ISI Surakarta.

“Karya tersebut masih utuh dan terawat dengan baik. Terpajang di museum, sehingga bisa dilihat banyak orang,” imbuhnya.

Aan memastikan, kesalahan pencantuman nama bukan tindakan Cerly.

Kekeliruan itu akibat bercampurnya data dalam proses seleksi karya.

Baca Juga: Bukan Belas Kasihan, Dua Penyandang Tuli Buktikan Mampu Bekerja di Sektor Formal

“Kami mohon publik tidak mengarahkan tuduhan kepada saudara Cerly Sudarta,” tandasnya.

Kesalahan administrasi itu terjadi, karena sumber daya manusia (SDM) panitia terbagi dalam dua agenda pameran yang jadwalnya berdekatan.

Selain Humanity di Museum Tahir, panitia juga terlibat dalam Pameran Abinawa Bhumi #2 di Ndalem Joyokusuman.

Sementara itu, Pameran Humanity bekerja sama dengan Tahir Solo Museum. Melibatkan prodi kriya, seni murni, desain interior, dan fotografi. (alf/fer)

Editor : fery ardi susanto
Sumber : Radar Solo
tahir solo museum patung kayu seniman patung