RADARSOLO.COM – Tumpukan sampah sisa Haul Solo 2026 tak langsung lenyap setelah rangkaian kegiatan berakhir. Produksi sampah selama haul 2–4 Oktober diperkirakan menembus lebih dari 30 ton. Pemandangan tersebut mendorong Pemkot Solo menyiapkan relawan sampah berbasis kelurahan.
Pembersihan sampah sisa Haul Solo membutuhkan waktu lebih dari sehari. Petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Solo bersama perangkat wilayah harus bergotong royong mensterilkan sejumlah kawasan yang terdampak aktivitas haul.
Baca Juga: 4 Fakta Menarik dalam Hits "Matilah Kau Mati" yang Jadi Sountrack Film Laut Bercerita
Kondisi tersebut membuat Wali Kota Solo Respati Ardi berencana membentuk kelompok masyarakat (pokmas) dan relawan sampah di tingkat kelurahan. Kelompok tersebut nantinya melibatkan warga sekitar untuk membantu penanganan sampah, terutama setelah kegiatan yang mendatangkan banyak massa.
“Saya mempelajari dari tahun ke tahun, memang lebih baik dari tahun ke tahun. Ke depan saya mungkin akan membentuk relawan sampah, pokmas-pokmas, dan melibatkan warga sekitar,” papar Respati, Rabu (7/10/2010).
Baca Juga: Mobil Hemat Energi UNS Juara 1, 280 Km Cuma Butuh BBM 1 Liter
Camat Pasar Kliwon Ari Wibowo mengatakan, penanganan sampah sisa Haul Solo dilakukan bersama DLH dan perangkat wilayah. Petugas kebersihan maupun relawan kelurahan turut diterjunkan untuk membersihkan sampah yang masih tercecer di sejumlah titik.
“Terima kasih untuk DLH, relawan yang terlibat. Namun memang manajemen sampah perlu diperkuat, termasuk dalam meningkatkan kesadaran masyarakat,” kata Ari.
Menurutnya, keterlibatan warga menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga kebersihan kawasan, terutama setelah kegiatan yang memicu peningkatan aktivitas dan produksi sampah dalam jumlah besar. (ves)
Editor : Kabun Triyatno