Temuan Benda Mencurigakan Gegerkan Keraton, Tim Jibom Sisir 13 Titik

Antonius Christian • Dipublikasikan Selasa, 20 Oktober 2026 | 18:19 WIB
Tim Jibom sisir area ditemukannya mortir di lingkungan Keraton Kasunanan Surakarta, Selasa (20/10/2026).
Tim Jibom sisir area ditemukannya mortir di lingkungan Keraton Kasunanan Surakarta, Selasa (20/10/2026).

RADARSOLO.COM – Benda berkarat yang diduga mortir ditemukan tertimbun tanah di kompleks Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Selasa (20/10). Temuan saat pembersihan area revitalisasi itu langsung ditindaklanjuti polisi dengan menerjunkan tim penjinak bom (Jibom) untuk memeriksa dan mengevakuasi benda tersebut.

Benda berbentuk menyerupai granat manggis itu ditemukan abdi dalem bersama petugas revitalisasi. Karena dikhawatirkan masih berpotensi membahayakan, temuan tersebut segera dilaporkan kepada aparat kepolisian.

Kapolresta Solo AKBP Condro Sasongko mengatakan, penemuan bermula ketika abdi dalem dan petugas revitalisasi membersihkan area keraton. Saat itulah mereka mendapati benda mencurigakan dalam kondisi tertimbun tanah dan berkarat.

Baca Juga: Eks Napiter Bakar Warung Mi Babi dan Dibekuk di Sukoharjo, Akademisi Soroti Efektivitas Program Deradikalisasi

“Awalnya abdi dalem dan petugas revitalisasi sedang melakukan bersih-bersih, kemudian menemukan benda tersebut,” ujar Condro.

Polresta Surakarta menerima laporan sekitar pukul 15.00 WIB melalui layanan Call Center 110 dan Polsek Pasar Kliwon. Condro kemudian mendatangi lokasi sekitar pukul 15.07 WIB untuk mengecek situasi.

Polisi selanjutnya berkoordinasi dengan personel Brimob Polda Jawa Tengah. Tim Jibom diterjunkan untuk memeriksa, menyisir area sekitar, dan mengevakuasi benda tersebut sesuai prosedur keselamatan.

Baca Juga: ​Tim KPK Geledah Kompleks Kantor Bupati Klaten, Sisir Ruangan Bupati hingga Bagian Umum

“Saat ditemukan, granat tersebut dalam kondisi tertimbun tanah dan berkarat, sehingga memerlukan penanganan khusus dari tim Jibom Brimob Polda Jawa Tengah,” terangnya.

Meski bentuknya menyerupai granat manggis, jenis, kondisi teknis, serta asal-usul benda tersebut masih perlu dipastikan oleh petugas berwenang. Benda itu diperkirakan merupakan peninggalan masa perang kemerdekaan Indonesia, tetapi dugaan tersebut masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Selain menangani temuan tersebut, polisi melakukan pemeriksaan dan sterilisasi di 13 titik di kompleks Keraton Surakarta. Penyisiran antara lain menyasar Keraton Kilen, Keputren, dan Ndalem Ageng.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada benda berbahaya lain yang tertinggal di area keraton, sekaligus melindungi abdi dalem, pekerja revitalisasi, dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar kompleks.

Condro meminta seluruh pihak yang terlibat dalam revitalisasi meningkatkan kewaspadaan, terutama saat menggali tanah atau membersihkan area yang lama tertimbun. Benda mencurigakan yang menyerupai amunisi atau bahan peledak tidak boleh disentuh maupun dipindahkan sendiri.

“Untuk kenyamanan bersama, kita juga meningkatkan pengamanan di kompleks Keraton Surakarta selama proses revitalisasi berlangsung, guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” jelasnya.

Polisi mengimbau masyarakat segera melapor melalui Call Center 110 atau kantor polisi terdekat apabila menemukan benda serupa. Warga juga diminta tidak mendekati lokasi penemuan atau mencoba memeriksa benda tersebut secara mandiri. Penanganan harus diserahkan kepada petugas berwenang untuk menghindari risiko keselamatan. (atn)

Editor : Kabun Triyatno
benda granat revitalisasi keraton kasunanan surakarta