Hadapi Musim Hujan, Solo Uji Kesiapan Evakuasi Banjir

Silvester Kurniawan • Dipublikasikan Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:24 WIB
Simulasi kebencanaan di Semanggi, Pasar Kliwon, Solo, Kamis (29/10/2026). (M Ihsan/Radar Solo)
Simulasi kebencanaan di Semanggi, Pasar Kliwon, Solo, Kamis (29/10/2026). (M Ihsan/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Menghadapi potensi banjir saat musim penghujan, Pemkot Solo menguji kesiapsiagaan petugas dan masyarakat melalui gladi lapang penanggulangan bencana, Kamis (29/10/2026). Simulasi yang melibatkan unsur lintas sektor tersebut digelar di Jalan Sungai Serang, depan RSUD Bung Karno, Kelurahan Mojo, Kecamatan Pasar Kliwon.

Kelurahan Mojo dipilih karena menjadi salah satu wilayah yang rawan banjir. Dalam skenario simulasi, aktivitas warga RW 3 awalnya berjalan normal sebelum hujan deras memicu banjir dan pohon tumbang.

Situasi tersebut menjadi pemicu penanganan darurat. Petugas bersama warga bergerak melakukan evakuasi dan penyelamatan sesuai peran masing-masing.

Baca Juga: Penyaluran BSU Rp900 Ribu 2026 Sudah Sampai Mana? Cek Info Terbaru Subsidi Pengganti BLT Kesra dari Kemnaker

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solo Ari Dwi Daryatmo mengatakan, pemilihan lokasi simulasi didasarkan pada tingkat kerawanan wilayah terhadap banjir.

“Pemilihan Kelurahan Mojo sebagai lokasi simulasi didasarkan pada kerawanan wilayah tersebut terhadap banjir,” kata Ari.

Gladi lapang ini melibatkan sejumlah unsur, mulai dari perangkat pemerintah, BPBD, Basarnas, TNI-Polri, Palang Merah Indonesia (PMI), tim SAR MTA, hingga elemen terkait lainnya.

Baca Juga: Viral Dugaan Cairan Mirip Sabun dalam Teh Botol Sosro di Demo Jakarta, Produsen Lakukan Investigasi

Selain menguji kesiapan personel, kegiatan tersebut menjadi sarana edukasi bagi masyarakat. Warga diberikan pemahaman mengenai jalur evakuasi, tahapan penyelamatan, serta mekanisme pelayanan yang bisa diakses ketika bencana terjadi.

“Selain menguji kesiapan petugas, kegiatan ini juga melibatkan warga setempat sebagai bagian dari edukasi kebencanaan. Masyarakat diberikan pemahaman mengenai jalur evakuasi, tahapan penyelamatan, serta mekanisme pelayanan yang dapat diakses ketika bencana terjadi,” terang Ari.

Baca Juga: Raisa Donasikan Pendapatan MV “Nyawa dan Harapan” untuk Pemulihan Habitat Satwa Liar Bersama YIARI

Melalui simulasi tersebut, koordinasi antarlembaga juga diuji secara langsung. Setiap unsur diharapkan memahami tugas dan tanggung jawabnya sehingga penanganan dapat berjalan terpadu ketika bencana benar-benar terjadi.

Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani yang mengawal langsung kegiatan itu mengatakan, sinergi berbagai pihak menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapsiagaan Kota Solo menghadapi ancaman bencana.

“Kegiatan ini menjadi wujud sinergi antar-pemangku kepentingan sekaligus upaya memastikan kesiapan Kota Solo dalam menghadapi ancaman bencana. Setiap pihak memahami tugas dan tanggung jawabnya ketika bencana benar-benar terjadi,” imbuhnya.

Memasuki musim penghujan, kewaspadaan terhadap banjir dan kejadian lain akibat cuaca ekstrem perlu terus ditingkatkan. Pemahaman masyarakat mengenai langkah penyelamatan diri dan jalur evakuasi diharapkan dapat membantu mengurangi risiko serta dampak bencana. (ves)

Editor : Kabun Triyatno
bencana evakuasi pelayanan banjir darurat