Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Fakta Sebenarnya Insiden Viral Solo: Tabrak Lari, Sajam dan Salah Persepsi

Antonius Christian • Senin, 22 Desember 2025 | 21:27 WIB
Ilustrasi kecelakaan lalu lintas fatal. (Istimewa)
Ilustrasi kecelakaan lalu lintas fatal. (Istimewa)

RADARSOLO.COM —Insiden kecelakaan lalu lintas yang sempat viral di media sosial terjadi di Simpang Baturono, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, Minggu (21/12) dini hari.

Dua remaja pengendara sepeda motor menjadi korban tabrak lari setelah ditabrak sebuah mobil yang diduga berjenis Toyota Fortuner.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 02.40 WIB. Usai tabrakan, mobil yang diduga terlibat justru langsung melarikan diri meninggalkan lokasi.

Sementara itu, dua remaja pengendara motor terjatuh di badan jalan. Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut sempat berupaya memberikan pertolongan.

Namun, situasi di lokasi justru berkembang panas. Kedua remaja diketahui membawa senjata tajam berukuran panjang.

Fakta tersebut memicu kecurigaan dan kemarahan warga hingga akhirnya keduanya diamankan massa sebelum diserahkan ke pihak kepolisian.

Kasatreskrim Polresta Solo AKP Derry Eko Setiawan melalui Wakasatreskrim AKP Sudarmiyanto membenarkan peristiwa tersebut. Ia menegaskan bahwa senjata tajam yang dibawa bukanlah samurai, seperti kabar yang beredar luas di media sosial.

“Memang benar mereka membawa senjata tajam, tetapi bukan samurai. Jenisnya celurit dengan panjang sekitar 150 sentimeter,” jelas AKP Sudarmiyanto.

Menurutnya, senjata tajam tersebut diperoleh melalui transaksi jual beli. Kedua remaja membeli senjata tersebut dan sedang dalam perjalanan pulang saat kecelakaan terjadi.

“Itu murni transaksi jual beli. Karena ukurannya panjang, senjata itu tidak bisa disembunyikan sehingga terlihat jelas saat dibawa di jalan,” ungkapnya.

Pihak kepolisian juga menegaskan belum ditemukan indikasi bahwa senjata tajam tersebut akan digunakan untuk aksi kriminal atau berkaitan dengan kelompok kejahatan jalanan.

“Sementara belum ada indikasi untuk tindak kriminal atau aksi geng. Mereka hanya membeli lalu membawa pulang,” tegasnya.

Terkait kecelakaan yang terjadi, polisi menyebut peristiwa tersebut murni kecelakaan lalu lintas. Namun, kondisi di lapangan memicu salah persepsi masyarakat, terlebih di tengah meningkatnya kewaspadaan terhadap aksi kelompok-kelompok rusuh.

“Masyarakat mengira mereka bagian dari kelompok kreak atau kejahatan jalanan. Karena membawa senjata tajam dan dalam kondisi mabuk, akhirnya digeruduk warga. Ini lebih ke salah sasaran atau main hakim sendiri,” jelasnya.

AKP Sudarmiyanto juga menegaskan bahwa luka yang dialami salah satu remaja bukan akibat tabrakan kendaraan, melainkan karena amukan massa.

“Yang dewasa sudah kami tahan. Sementara yang anak, usianya sekitar 15 tahun, masih dirawat di RS Bung Karno. Lukanya bukan karena kecelakaan, tetapi akibat diamankan massa,” pungkasnya.

Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk melacak pengemudi mobil yang diduga melakukan tabrak lari, sekaligus mendalami asal-usul senjata tajam yang dibawa kedua remaja tersebut. (atn/nik)

 

Editor : Niko auglandy
#kecelakaan #viral #tabrak lari