Kondisi lintasan basah ini berlanjut pada sesi kualifikasi malam harinya, meski cuaca sudah mulai cerah. Kondisi ini membuat puluhan pembalap yang bertanding mempersiapkan diri.
”Kita sudah mengantisipasi semuanya. Khususnya penggunaan ban disesuaikan kondisi track. Apakah kering atau basah," terang Rider asal Kota Solo Ivan Harry Nugroho.
Ivan pernah terjun di Sirkuit Boyolali, tepatnya di seri perdana Trial Game Asphalt musim ini, Februari lalu. ”Secara medan saya sudah hafal sirkuit ini kondisinya seperti apa. Tinggal penyesuaian saja. Tapi tetap, kejuaraan ini ridernya hebat-hebat, jadi persaingannya pasti akan sangat sengit sekali,” ujarnya.
Hal senada juga diutarakan peserta lainnya, yakni Tomy Salim. ”Menghadapi track basah, paling kami mengubah sedikit suspensi dan tekanan angin di ban. Jika di awal cerah dan di tengah-tengah perlombaan besok hujan di kondisi saya pakai setelan ban kering, mungkin untuk breaking dan saat masuk tikungan lebih diatur lagi,” kata pembalap asal Surabaya tersebut.
Di FFA 250, Tommy (181 poin) berada di peringkat ke-2 klasemen umum, berselisih tiga angka dari Farudila Adam (184 poin) di puncak klasemen. Adapun peringkat ketiga ditempati Doni Tata dengan koleksi 169 poin. Ketiga pembalap ini masih berpeluang meraih gelar juara di kelas tersebut.
Sementara itu, Race Director Trial Game Asphalt International 2018 Jim Sudaryanto mengatakan, lintasan di sirkuit Boyolali masih munpuni dalam kondisi cuaca hujan.
”Sirkuit di Boyolali ini didesain untuk kondisi kering dan hujan. Saat hujan tadi para pembalap juga meminta waktu untuk menyetel kembali motornya sebelum latihan bebas. Hal itu tidak masalah,” kata Jim. (nik) Editor : Perdana Bayu Saputra