Cukup berat, karena di kelas FFA 450 ada empat rider dari luar negeri. Mulai dari Inggris Lewis Cornish dan tiga pembalap dari Prancis, yakni Germain Vincenot, Sylvain Bidart, dan Maxime Lacour. Tak hanya melawan keempatnya, Ivan juga punya tantangan dari tujuh rider lokal lainnya. Mulai Tommy Salim, Doni Tata, hingga Surya Narayana.
Saat free practice kelas FFA 450 International kemarin, Ivan memilih duduk manis di paddock. Sebelumnya dia sempat mencoba lintasan di kelas FFA 250 Open. Best laptime-nya ada di posisi ketiga, dengan catatan 1:02,815. Kalah dari Rian Hercules (1:01,647) dan Farudila Adam (1:01.810). Tapi, itu tak bisa jadi pegangan hasil akhir, malam ini. Soalnya, kemarin hujan sempat mengguyur venue pertandingan, yang membuat para rider di sesi latihan tentu sedikit jaga aman.
"Tentu dua kelas yang saya ikuti semua berat. Apalagi saat ini saya mulai tak terlalu fokus di balapan seperti dulu. Di kelas 450 jelas sangat berat sekali, soalnya pembalap dari luar negeri jam terbangnya tinggi sekali. Catatan waktu mereka juga cukup bagus," terang Ivan Harry kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin.
Dari 12 starter di kelas 450, hanya 10 rider yang mencoba tes ride. Sylvain Bidart jadi yang tercepat dengan catatan best laptime 57,534 detik. Disusul Lewis Cornish dengan catatan 58,219 detik. Pedro Wuner asal Manado aa di posisi terbawah dengan catatan 1 menit 035 detik
Sementara, kali ini jadi seri kelima Trial Game Asphalt 2019, yang termasuk seri pamungkas musim ini. Direncanakan ada 10 kelas yang diperlombakan. Mulai dari Trail 175 Non Pro, Kelas Trail 175 Open, kelas FFA 250, hingga komunitas.
”Kami harap ajang ini jadi motivasi rider lokal untuk unjuk gigi. Tentu diharapkan mereka punya pengalaman untuk bisa bersaing dari rider kelas dunia yang hadir di ajang ini,” terang Race Director Trial Game Asphalt 2019 Jim Sudaryanto. (nik) Editor : Perdana Bayu Saputra