Sasana ini meraih 8 medali emas, 17 perak, dan 9 perunggu. ”Ini sesuai harapan kami semua. Mulai dari atlet pelatih dan tentunya para orang tua murid. Target kita memang delapan emas di kejuaraan ini,” terang Pelatih Eagle Fist, Shifu Yonathan Hendryk Setyawan kepada Jawa Pos Radar Solo kemarin.
Shifu Yonathan ikut serta dalam kejuaraan ini. Dia tercatat mendulang satu emas dan tiga perak. Emas diraih dari kelas empty hands traditional. Sementara perak dia raih dari kelas wingchun wooden dummy, short traditional weapons dan long weapons traditional.
Peraih emas terbanyak Eagle Fist adalah Lionel David Chandra (junior D putra). Tiga emas dia raih dari kelas traditional weapons, imitation style, dan flexible weapons. Ditambah dua perak dari kelas twin weapons traditional dan empty hands traditional.
Rifqy Pratama Aditya (junior D putra) raih 1 emas, 2 perak dan 1 perunggu. Emas diraih dari kelas empty hands traditional.
Sementara itu Anysa Reva Listiyani (junior B putri) meraih 1 emas, 3 perak, dan 1 perunggu. Emas digapai dari kelas empty hands traditional.
Dua emas lainnya disumbangkan oleh Glenn Christensen Santoso (twin weapons traditional-junior C putra), dan Edward ivan Sunardi (imitation style-junior C putra).
Lima atlet Eagle Fist juga sukses menyumbangkan medali. Seperti Andyka Setiawan (1 perak, 1 perunggu), Oliver Budi Setiadi (1 perak, 1 perunggu), Gabriel Ovadio Martana (2 perak, 1 perunggu), Olivia Jocelin (1 perak, 2 perunggu), dan Stevan Christian (1 perak, 1 perunggu)
“Masih sangat banyak kekurangan yang harus kami benahi lagi. Ini supaya ke depannya kami akan menjadi lebih baik lagi,” ujar Shifu Yonathan Hendryk. (nik) Editor : Perdana Bayu Saputra