Manajemen Persis dipastikan mencapai kata sepakat dengan salah satu pemain kelahiran Kamerun tersebut. Bruno juga mencatatkan diri sebagai pemain naturalisasi pertama yang direkrut Persis. Hal ini wajar karena Liga 2 ada larangan merekrut pemain asing. Hal inilah yang membuat banyak pemain asing yang memutuskan mendapat status WNI lewat jalur naturalisasi. Termasuk Bruno yang baru mendapatkannya belum genap setahun terakhir.
“Saya sudah deal dan sudah tanda tangan kintrak dengan Persis untuk satu musim. Kalau ditanya, pastinya senang. Semoga saya bisa ikut membawa Persis promosi ke Liga 1,” ujar Bruno.
Persis sepertinya melirik potensi dirinya. Salah satunya karena hasil uji coba Sriwijaya FC di Lapangan Lanud Adi Soemarmo, pertengahan tahun lalu. Kala itu, tim racikan Kas Hartadi berhasil menang 1-0 oleh saat melawan Persis. Sulitnya Persis mencetak gol, salah satunya karena rapatnya lini pertahanan Sriwijaya FC yang dikomandoi Bruno.
Bruno sejatinya sempat dilirik oleh Persis, tepatnya jelang musim 2013. Kala itu Persis versi LPIS dilatih oleh Widyantoro. Wiwid (sapaan Widyantoro) berencana merekrut Bruno, yang tak lain adalah pemain asing PSS, tempat Wiwid melatih sebelum bergabung dengan Persis.
Bruno menggenapi benteng pertahanan Persis yang sudah deal lebih dulu. Dia akan berebut posisi starter dengan dua center back lainnya, yakni Susanto dan Alaik Sobrina.
Musim lalu pemain bertinggi 181 cm ini memperkuat Sriwijaya FC pada putaran pertama dan PSMS Medan di putaran kedua.
Di Persis, Bruno akan bereuni kembali dengan pelatih fisik Budi Kurnia, yang musim lalu memoles fisik pemain PSMS Medan di putaran kedua.
Selain memperkuat PSS, Sriwijaya FC dan PSMS Medan, pria yang memiliki nama lengkap Bruno Casimir Kouotou Kounjouenko tersebut pernah membela Arema Indonesia (2007), Persita Tangerang (2008), Persidafon Dafonsoro (2009), Persiba Bantul (2010), dan Persibangga Purbalingga (2013) .
”Salah satu faktor utama yang membuat saya tertarik bergabung dengan Persis adalah atmosfir suporternya. Tim saya dulu seperti PSS Sleman hingga Persiba Bantul pernah bermain melawan Persis, yang punya suporter yang sangat fanatik,” terang pemain berusia 38 tahun tersebut. (nik) Editor : Perdana Bayu Saputra