“Ini seperti sebuah doa yang terkabulkan. Sebab sejak 2017, kami sudah mengajukan proposal, tapi belum juga di-acc. Akhirnya ini momennya, kami bisa memberikan sumbangsih buat kota kelahiran kami,” terang Owner DJ Sport Dimas Yustisia.
Ditanya soal desain musim ini, dominasi warna merah sepertinya akan tetap ada karena ini jadi ciri khas Persis
“Soal desain seperti apa, masih akan dibicarain sama pihak manajemen. Terutama CEO-nya Persis (Azmi Alqomar). Ini juga untuk penempatan nama sponsor, karena belum fix sampai hari ini. Sebenarnya ingin rilis bulan ini, tapi karena sponsornya belum fix, jadi ditunda dulu,” ujarnya.
Jika sejak musim 2012 Persis selalu menyelipkan gambar batik di jersey home mereka, belum tentu hal sama akan diterapkan di jersey baru ini. Namun demikian, ada sedikit bocoran soal konsep jersey musim ini.
“Kalau jersey match temanya ada kaitannya dengan Persis yang balik lagi ke Manahan (setelah 1,5 musim jadi musafir di Stadion Wilis Madiun, Red). Jadi, ada unsur Stadion Manahan yang kami masukkan ke jersey nantinya,” ungkap Dimas.
“Unsur-unsur Manahan-nya akan dimasukkan, tapi nggak masif. Paling cuman detail-detailnya saja. Intinya yang kami ambil semangatnya Persis balik ke kandang. Semoga nanti tema tersebut bisa bikin semangat baru buat pemain-pemain Persis Solo,” sambungnya
Rencananya, jersey pramusim akan di-launching oleh DJ Sport pada 10 Februari. Dan akan digunakan saat Persis uji coba di Stadion Manahan pada 15 Februari nanti. Selain Persis, Dj Sport musim ini juga mensupport jersey untuk tim Persikabo di Liga 1 2020. (nik/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra