FAJAR NUR ANNISA, Radar Solo
HAFIZH akan terjun di kelas ganda putra bersama Dheva Anrimusthi. Filipina memang bukan event perdananya. APG pertama Hafizh adalah di Kuala Lumpur, Malaysia, 2017 lalu. Kala itu, dia dapat emas dari kelas mens double upper 5. Di ajang Asian Para Games 2018 di Jakarta, dia sukses menyumbangkan dua emas untuk Indonesia di kelas tim dan ganda.
Jelang terjun di APG Filipina, beberapa kejuaraan internasional sudah diikuti Hafizh dan berhasil menorehkan hasil memuaskan. Seperti emas yang dia raih tahun lalu di ajang FZ Irish Open 2019 di Dublin, Irlandia dan kejuaraan dunia di Swiss Basel.
Di kelasnya nanti, Malaysia jadi lawan terberat. Dan sayangnya, pengunduran jadwal APG Filipina karena tuan rumah terkendala sisi finansial, ternyata jadi kendala tersendiri buat Hafizh. Diakui dia, terkadang terdapat titik jenuh karena harus menunggu terlalu lama untuk benar-benar terjun di kejuaraan ini.
“Semoga terpenuhi segala keinginan saya, termasuk mempertahankan emas seperti di ASEAN Para Games Malaysia 2017,” ucap Hafizh.
Paralympian kelahiran Bogor, 26 Februari 1991 tersebut mengakui, dia lahir dengan kondisi fisik sempurna. Namun kejadian saat kelas II SD tekah mengubah segalanya. Dia mengalami insiden jatuh dari pohon yang membuat kaki dan tangan kirinya sakit.
Setelah kejadian tersebut, Hafizh langsung dibawa ke tukang pijit. "Tukang pijitnya salah dalam mengurut, sendinya malah bergeser. Sehingga membuat tangan kiri saya terlihat bengkok," papar Hafizh.
Namun, hobi bermain badminton yang digeluti sejak kecil ternyata membawa perubahan besar bagi masa depannya. Hafizh bergabung dengan NPC dan sukses masuk Pelatnas sejak 2016 di cabor ini. Dia mulai rutin mengikuti berbagai kejuaraan nasional maupun internasional.
Meskipun penyandang disabilitas, Hafizh tetap kuat menghadapi segala tantangan dan kendala dalam hidupnya. “Saya sudah biasa mengalami kendala. Tangan sering sakit karena memang kondisi tangannya yang bermasalah, memicu sendi-sendinya merasa pegal,” terangnya. (*/nik/ria)
Editor : Perdana Bayu Saputra