Padahal sebelumnya, Warrix sudah meluncurkan desain jersey untuk Timnas. Bahkan pre-order penjualan jersey sudah mereka umumkan di akun resminya. Yakni desain jersey warna merah dan hijau. Untuk desain menggunakan siluet bercorak, yang dikonsepkan Warrix sebagai pulau di Indonesia. Indonesia memang dikenal sebagai negara kepulauan.
"Satu Indonesia-merah dan emas. Dipadukan oleh tekstur peta seluruh Kepulauan di Indonesia dari Sabang sampai Merauke pada detail kain," tulis Warrix di akun resminya, terkait konsep desain jersey Timnas Indonesia buatannya.
Tak butuh waktu lama setelah diposting, banyak masyarakat yang membanjiri akun resmi medsos Warrix, yang dianggap desainnya kurang memuaskan.
PSSI akhirnya mengampil sikap untuk memutus kerja sama tersebut, dan berganti menunjuk Mills sebagai apparel baru Timnas.
“Kemarin baru percobaan. Ini setelah dapat masukan dari coach dan pemain yang sempat menggunakannya. Akhirnya kami merevisi (kerja samanya). Kami pilih lokal, karena dari sisi kualitas juga cukup bagus. Jadi kenapa tidak kami gunakan yang lokal saja,” ujar Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, saat meninjau Stadion Manahan yang rencananya akan digunakan untuk venue Piala Dunia U-20 2021, Minggu pagi (9/2).
Mills sendiri asli buatan Indonesia, yang produksi dari Tangerang. Sebelumnya, Timnas Indonesia menggandeng Nike untuk sponsor apparel. Namun, kontraknya habis tahun lalu.
“Untuk jersey baru (buatan Mills) rencananya akan mulai digunakan pemain (Timnas) saat TC tanggal 14 (Februari) besok,” ujar pria yang akrab disapa Iwan Bule tersebut.
Sementara itu PSSI memundurkan jadwal TC Timnas Indonesia. Mulanya Skuad Garuda akan berkumpul Minggu (9/2), namun akhirnya harus ditunda. Direncanakan Andritany Ardhiyasa dkk akan berkumpul di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, 14 Februari nanti
TC Timnas akan dimulai pada 14-22 Februari di Stadion Madya. Ini untuk persiapan menuju dua partai Grup G putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia. Timnas akan menantang Thailand pada 26 Maret 2020 dan menjamu Uni Emirat Arab (UEA) lima hari berselang. (nik) Editor : Perdana Bayu Saputra