Kedalaman skuat tim asal Palembang ini memang sangat memukau. Pelatih kepala Sriwijaya FC kala itu, Kas Hartadi mendapat warisan komposisi luar biasa dari Ivan Kolev, pelatih sebelumnya. Juru taktik asal Sukoharjo lantas menambah beberapa amunisi yang membuat Sriwijaya FC semakin kuat.
Hebatnya, tim asal Sumatera Selatan itu juara saat kompetisi masih menyisakan tiga laga. Sekaligus membuat Persipura Jayapura gagal mempertahankan gelar juara.
Mantan penjaga gawang Timnas Indonesia sekaligus eks pelatih kiper Sriwijaya FC, Listianto Raharjo bahkan memiliki guyonan menarik soal skuat juara Laskar Wong Kito kala itu.
"Bisa dibilang, Kas Hartadi kalau ingin menentukan siapa pemain yang tampil, bisa tinggal dilotre saja. Dikocok, lalu siapa namanya yang tertuang di kertas keluar dari kotak kocok, nah itu bisa langsung dimainkan," kelakarnya.
"Lha gimana, pemain inti dengan cadangan kualitasnya sama rata. Sama bagusnya. Bahkan, tim ini bisa membuat dua tim tangguh saat itu," tambah bejo (sapaan akrab Listiyanto Raharjo) yang sejak pandemi pulang ke kampung halamannya di Solo
Berbicara kedalaman tim, memang terbilang sedikit pusing untukmenentukan siapa yang jadi starter tim ini. Sektor penjaga gawang, ada tiga kiper mumpuni di sana, mulai Ferry Rotinsulu, Rivky Mokodompit hingga Andi Irawan.
Beralih ke bek tengah, ada duo asing Michael Jamie Coyne serta Thiery Gathuessi, lalu Achmad Jufriyanto, Ahmad Markus Bakhtiar, hingga Nova Arianto. Mereka ditopang full back berlabel timnas seperti Supardi Nasir, Septiahadi serta Mahyadi Panggabean.
Sektor tengah lebih garang lagi. Deretan penggawa Timnas Indonesia berkumpul mulai Siswanto, Syamsul Bachri Chaerudin, Ponaryo Astaman, Firman Utina hingga Muhammad Ridwan, plus gelandang asal Korea Selatan Lim Joon Sik.
Sementara di ujung tombak, Hilton Moerira dan Keith Kayamba Gumbs jadi duet mematikan. Termasuk pemain lokal seperti Rizky Novriansyah serta Rahmat Rivai. (nik/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra