Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Janji Hidupkan Persika Menggema, Siap Terjun di Liga 3 2020

Perdana Bayu Saputra • Minggu, 19 Juli 2020 | 23:21 WIB
SEMOGA CEPAT BANGKIT: Striker Persis Solo Tri Handoko (jersey putih) saat dijegal pemain Persika Karanganyar dalam sebuah uji coba di Stadion Manahan, 2013 silam
SEMOGA CEPAT BANGKIT: Striker Persis Solo Tri Handoko (jersey putih) saat dijegal pemain Persika Karanganyar dalam sebuah uji coba di Stadion Manahan, 2013 silam
KARANGANYAR – Sudah hampir 10 tahun lamanya bond asal Bumi Intanpari, yakni Persika Karanganyar tertidur lelap dari hingar bingar euforia sepak bola profesional di Indonesia. Padahal jika kita bicara potensi, kabupaten di timur Kota Solo tersebut memiliki banyak pemain berkualitas. Mulai dari penggawa Mitra Kukar Anindito, Galih Sudaryono (kiper Sriwijaya FC), hingga mantan kapten Timnas Wahyu Wijiastanto berasal dari Karanganyar.

Kini titik cerah akhirnya muncul. Ditunjuknya Prihanto sebagai ketua umum Askab PSSI Karanganyar periode 2020-2024, tentu diharapkan bisa memajukan sepak bola di Karanganyar. Harapan utama masyarakat, tentu saja semoga Persika bisa kembali bangkit.

“Dalam waktu dekat, kami siap untuk terjun di Liga 3. Dan walau pengurus Askab belum terbentuk, tapi saya siap mengakomodir pendaftaran Persika ke Asprov PSSI Jateng,” ujarnya

Ditegaskan Prihanto, dalam waktu dekat semua klub sepakbola di Karanganyar akan dikumpulkan. Kemudian digelar kompetisi untuk menjaring pemain lokal berbakat yang akan tampil di Liga 3.

"Segera kami kumpulkan 43 klub (internal) untuk penjaringan pemain untuk bisa mendaftar klub Karanganyar di Liga 3. Kami belum berbicara jauh ke berkompetisi di liga nasional, tapi target awal kami adalah menjaga eksistensi klub ini dulu. Yang utama adalah bagaimana Persika yang sudah lama vakum, bisa kembali berkompetisi," lanjut Prihanto.

Ketua panpel kongres Askab PSSI Jateng Tony Hatmoko tak menampik, banyak kendala terjadi dalam roda organisasi sepak bola ini. “Kenapa kami (klub asal Karanganyar) tidak bisa mengikuti kejuaraan Soeratin ataupun liga (di beberapa tahun terakhir, Red), itu karena secara organisasi berjalan tidak beres. Semoga dengan terpilihnya ketua baru, bisa ada perubahan besar kedepannya,” ujar pria yang juga menjabat sebagai bidang organisasi KONI Karanganyar tersebut.

Sementara itu Persika memang sudah lama vakum. Terakhir kali, klub yang bermarkas di Stadion Angkatan 45 tersebut ikut serta di kompetisi Divisi II Liga Amatir Indonesia (kasta keempat) musim 2011/2012. Sayangnya, tim ini hanya sampai di babak penyisihan grup.

Kala itu, Usman Galih dkk hanya jadi juru kunci Grup X. Dari delapan laga, Persika hanya menang sekali, kontra Tunas Jogja (3-1) dan seri melawan Persinga Ngawi (0-0). Enam laga lainnya kalah dari Persinga Ngawi( 0-1) dan Tunas Jogja (2-4). Persika juga dua kali menelan kekalahan home and away saat bertemu PSISa Salatiga (1-2 dan 3-4) dan  Protaba Bantul (0-2 dan 0-2).

Musim sebelumnya yakni 2010/2011, Persika juga babak belur di kompetisi Divisi II Liga Indonesia yang digelar di Stadion Brantas, Batu  dan  Lapangan Agrowisata, Batu. Di musim ini, Persika juga jadi juru kunci grup. Di mana dari tiga laga, Persika hanya dapat satu poin saat sukses menahan seri Persikapro Probolinggo (1-1). Dua laga lainnya, Persika kalah dari Persikoba Kota Batu (0-3) dan Persebo Bondowoso (0-3). (nik) Editor : Perdana Bayu Saputra
#Liga 3 #persika