Hal ini dilakukan, karena coach Eko belum memantau perjalanan Persis di dua musim terakhir. Ditambah adanya pandemi yang membuat kompetisi terhenti setahun lamanya, tentu membuat kualitas pemain juga perlu dipantau lagi perkembangannya.
Kabar hengkangnya sendri mencuat setelah dia memposting sebuah foto di Instagram-nya (@sendrijohansah) dengan foto mengamankan gawang Persis kala melawan PSIM di Stadion Mandala Krida, 2019 silam. Yang mencengangkan ada tanda emoticon love berwarna biru. Warna ini identik dengan PSIM, rival Persis. Hal inilah yang membuat bola liar menyeruak, bahwa Sendri akan hengkang ke klub rival.
Sendri sendiri memang jadi saksi keperkasaan Persis di derby Mataram, 2019 silam. Dimana Persis menang di laga kandang di Stadion Wilis 2-1, dan unggul 3-2 di Stadion Mandala Krida.
Sendri akhirnya mengklarifikasi hal tersebut. Dimana tanda love biru merupakan kebiasaannya yang sering dia gunakan saat berkomunikasi dengan istri tercinta. “Banyak yang DM tidak hanya sekali. Padahal emot biru yang dipakai memang kebiasaan saya kontak dengan istri. Secara mengalir saya mengucap “Maturnuwun Sanget”. Pakai emot love itu karena kebiasaan. Lantas saya tanggapi kalau itu hanya salah paham ketika mereka (suporter) menyimpulkan merapat rival karena itu,” ucap Sendri kepada Jawa Pos Radar Solo, Minggu (11/4).
Sebelumnya, Sendri sempat hadir di Solo, dan mengikuti seleksi tahap II Persis lewat jalur undangan yang berjalan selama empat hari di Stadion UNS dan Lapangan Kartopuran, pekan lalu.
Dari skill, dan dedikasinya yang sudah bersama Persis sejak 2019, tentu tak perlu lagi diragukan kualitasnya. Namun mengingat saat ini kursi pimpinan tertinggi di tim kepelatihan dipegang oleh coach Eko, tentu mantan asisten pelatih Bali United ini mewajibkan semua pemain musim lalu yang masuk rekomendasi juga untuk menjalani seleksi sebelum dinyatakan pantas untuk mendapat sodoran kontrak.
Selain itu, negosiasi alot manajemen Persis dengan pihak Sendri disebut-sebut menjadi sumber masalah. Ketika ditanya hal tersebut, Sendri hanya berharap Persis dapat mencapai targetnya masuk ke Liga 1.
Sendri sendiri mengakui bisa saja mendapat klub lebih awal sebelum memenuhi undangan seleksi Persis Solo. Namun, Sendri sengaja ingin mendapat kepercayaan kembali manajemen Persis untuk bisa meminangnya.
“Sebelumnya sudah ada yang meminati tapi saya nunggu Persis. Tapi Alhamdulillah setelah ada ketidakjelasan, klub itu welcome kembali untuk meminati saya. Bisa dilihat keseriusan mereka 90-99 persen,” tuturnya. (ryn/ant) Editor : Perdana Bayu Saputra